Bercerita tentang kita, tentang kamu yang membuat luka di hati. Luka yang mungkin tak kan bisa terobati. Yang membuatku harus pergi dan (mungkin) tak kan kembali lagi, padamu yang pernah menghiasi hati ini.

Kamu yang selama ini menjadi pujaan hati, kenapa kamu tega mengkhianati?

Padahal sudah ku serahkan semua perasaan di hati ini untuk kau jaga dan kau sayangi, tapi mengapa justru kau melukai hati ini?

Apa sebenarnya yang ada di pikiranmu, apa dari awal kita bertemu aku hanya sebagai pelarian saja untukmu?

Mengapa dirimu begitu tega mengkhianati tanpa memikirkan tentang perasaan di hati ini?

Seandainya aku tahu dari awal ternyata akhirnya seperti ini, aku pasti tak akan pernah membiarkanmu untuk masuk dan menghiasi hati ini. Tapi apalah dayaku, aku hanya manusia fana yang tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Sempat aku menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada diri ini, tapi aku sadari semuanya tak kan berarti, karena memang Tuhan tidak bersalah. Yang salah adalah aku sendiri, mengapa aku bisa menjatuhkan hati ini pada orang yang akhirnya akan menggores luka di hati.

Mungkin Tuhan memberikan cobaan seperti ini padaku agar aku bisa belajar untuk memaafkan dan mengikhlaskan semua yang terjadi. Dibalik rasa sakit hati dan kesedihan yang telah kau berikan padaku ini, aku mengucapkan terima kasih. Terima kasih karena kamu telah memberikan rasa sakit yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Dengan begini lengkap sudah perasaan yang aku rasa, karena aku sudah pernah merasakan cinta dan kasih sayang dari kamu (meskipun rasa itu semu) dan aku pernah merasakan sakit hati dari kamu.

Saat ini aku berusaha untuk melupakanmu dan semua tentang kita, tapi semuanya terasa sulit karena aku sudah terlalu dalam menjatuhkan hati ini padamu. Tapi paling tidak sekarang aku sudah mulai lupa tentang senyumu, senyum yang pernah membuat jantungku rasanya berhenti untuk beberapa waktu. Sekarang aku hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya kepada sang pencipta. Biarkan waktu yang akan membantuku untuk melupakanmu dan semua kenangan manis itu.

Advertisement

Jika suatu hari nanti kau teringat padaku dan ingin kembali mengulang kisah yang sudah aku pendam di dasar hati ini, kau pasti sudah mengerti bahwa semua itu tak kan pernah terulang lagi. Karena hati ini sudah terlalu sakit untuk mengulang kisah yang sama untuk kedua kali. Aku yang selama ini sudah mencintai dengan sepenuh hati, tapi kau dengan mudah mengkhianati kasih sayang dan cinta yang ku beri. Jadi jangan pernah kau mencoba untuk kembali ke dalam hidupku ini.

Aku tidak akan pernah membenci atau mengutukmu atas perbuatan yang kau lakukan padaku. Karena semua itu tidak ada untungnya bagiku.Ya, memang rasa sakit ini begitu menyayat hati, tapi kau pasti tahu kalau aku bukan orang yang suka membenci. Biarlah Tuhan yang akan memberikan balasan atas semua perbuatanmu kepadaku.

Di balik semua cobaan pasti akan ada hikmah yang ku dapati. Ya, aku anggap apa yang sedang aku alami ini sebagai cobaan yang harus aku lalui. Aku jadi mengerti bahwa mencintai seseorang yang tak mempunyai hati sepertimu hanya akan menggoreskan luka di hati. Aku berharap tidak akan ada lagi orang sepertimu di dunia ini. Orang yang hanya mempermainkan dan menggores luka di hati. Kau tak kan pernah mengerti rasa sakit yang sudah kau gores ini, karena kau hanya peduli dengan diri sendiri. Paling tidak sekarang aku sudah mengerti bahwa aku telah salah mencintai. Kisah ini akan tetap abadi, meski sudah ku bawa pergi dan (mungkin) aku tak kan pernah kembali, padamu yang telah menggores luka di hati.

Aku yang saat ini masih menyimpan rasa di hati, hanya bisa memendam rasa ini sendiri tanpa ada yang menemani. Andai kau tahu, luka yang sudah kau goreskan ini tak kan pernah aku lupakan sampai suatu saat nanti datang seseorang yang akan mengobati luka ini. Aku percaya pasti akan tiba saatnya nanti bagiku untuk tegap berdiri tanpa bayang-bayangmu lagi. Aku percaya bila tiba saatnya nanti, akan datang seseorang yang akan mengobati luka di hati dan akan membuatku tersenyum kembali. Itu sudah pasti.