Hai diriku hari ini ~

Bukankah kau sangat tersiksa akhir-akhir ini? Kau merasakan begitu banyak perasaan bersalah, terluka, terkucilkan, bahkan terbuang. Kau kesulitan untuk membangun lagi keakraban yang ada, untuk sekedar bercanda kecilpun sangat terbebani.

Jujur aku benci melihatmu seperti ini, kau terlalu egois dengan pemikiranmu sendiri. Aku tahu kau sudah berusaha, berusaha untuk seperti biasa lagi. Tetapi lagi-lagi ada saja hal yang membuatmu menarik diri kembali. Aku tahu kau sudah menurunkan ego mu sedikit, tapi yang belum bisa kau hilangkan adalah rasa ketakutanmu, kekhawatiranmu dan harga dirimu.

Sering kudapati kau menatap dengan tatapan kosong.

Apakah itu?

Advertisement

Relasimu?

Sahabatmu?

Suamimu?

Keluarga besarmu?

Hai Diriku..,

Jangan merasa sendiri, kau tak pantas untuk itu. Kau harus keluar dari zona nyamanmu itu. Mau sampai kapan kau terus menarik diri dari lingkunganmu? Tidakkah cukup penderitaan yang kau buat sendiri? Tidakkah kau lelah dengan perasaanmu sendiri? Tidakkah kau lelah dengan pertikaian yang ada dihatimu?

Sudahlah, berdamailah segera. Memang rasa sakit tak terelakan, tapi penderitaan adalah pilihan. Kumohon keluarlah dari penjara hatimu itu, keluar! Kumohon tersenyumlah kembali. Jangan siksa dirimu! Jangan hukum dirimu! Karena sekali lagi aku katakan, kau tak pantas untuk itu semua! Kau harus bahagia! Kau harus hidup dengan lebih baik lagi.

Tenang, kau sudah melakukan yang terbaik. Kau sudah mau membicarakannya dengan sahabatmu, relasimu, suamimu, keluarga besarmu. Tetapi mungkin waktu saja yang belum berpihak kepadamu. Aku tahu kau hanya butuh penerimaan. Tetapi tidak semua hal bisa kau dapati dengan mudah. Kadang kau harus berusaha lebih.

Aku tahu kau kesulitan mengungkapkan apa yang kau rasakan. Aku berharap mereka tahu semua yang kau utarakan bukan omong kosong.

Teruntuk, Diriku sendiri.