Pertemuan hari itu memang bukan pertemuan yang pertama, setahun lampau aku pernah melihatmu berada di jarak yang sangat dekat denganmu.

Setahun lampau, sempat terkilas di benak bahwa kamu itu menarik, tapi hanya sekilas lalu menghilang begitu saja. Mungkin aku tidak terlalu fokus memperhatikanmu dengan detil sampai saat itu aku begitu mudah berpaling dari pandanganku terhadapmu. Ya, waktu itu di mataku kamu masih biasa-biasa saja.

Setahun berlalu, dan kemarin aku kembali melihatmu. Kamu menyapaku, tersenyum sambil melambaikan tanganmu. Entah apa yang berbeda dari setahun lalu, yang jelas kali ini kamu sungguh terlihat sangat istimewa. Ada ratusan orang di sana, tapi kamu satu-satunya yang mencuri perhatianku. Entah semesta sedang bertingkah apa, kenapa di setiap satu langkah kakiku di tempat itu di sana pula ku temui dirimu.

Tak sengaja disela-sela aku mencuri pandang, ku dapati kau juga melakukannya padaku. Ya, sore itu masih menjadi sore yang tak bisa ku lupakan hingga hari ini. Sore di mana kamu berjalan dengan earphone di telinga, menatap ke arahku tersenyum begitu lebarnya sambil melambaikan tangan, dan bodohnya aku hanya terdiam tanpa respon apa-apa. Andai bisa ku katakan maaf atas kebodohanku, 'maafkan aku'.

Menit demi menit berlalu, 12 jam hari itu terasa sangat singkat. Sampai tiba di malam hari, malam saat kita bersama berjalan menelusuri gelap, dan sampailah pada perpisahan. Saat kamu harus mengatakan, "See you next year!" Ya, detik itu aku sadar bahwa kita tidak lebih dari 2 orang yang berada pada satu organisasi global. Yang seharusnya aku tidak perlu terbawa oleh perasaan irasionalku sendiri.

Advertisement

Keramahanmu mungkin untuk semua orang, aku saja yang besar kepala merasa itu hanya kau lakukan padaku.

Entah satu tahun lagi, atau mungkin event itu yang terakhir kalinya. Aku sendiri tidak tahu apakah masih ada kesempatan untuk kita bertemu. Yang jelas, terima kasih sudah berhasil menghadirkan rasa ingin tahu tentang dirimu di hatiku!