Aku hanya tempat kau singgah sebelum kau menemukan yang tepat. Sadar bahwa keberadaan ku disini hanya sebuah pelengkap. Ibarat meracik obat aku hanya sebuah corigen. Zat tambahan yang akan dipakai jika diperlukan. Jikalau tidak kau tak pernah memperdulikanku.

Sadar bahwa sudah ada dia yang menjadi tempat kau pulang. Dia yang sempurna dengan cara yang menakjubkan. Dia yang menyempurnakan hidupmu. Dia yang sanggup melengkapi kekuranganmu. Setidaknya aku sedikit tahu bahwa dia layak mendapatkan mu.

Aku? Tak usah kau pikirkan. Aku masih sanggup berdiri tegak dengan kedua kakiku. Masih sanggup menatap terik mentari. Masih kuat untuk sekedar melangkahkan kaki atau bahkan berlari.

Meski terkadang kenangan- kenangan yang pernah kita jalan menjejal otakku, aku masih sanggup menghela nafas ku dalam- dalam. Menerima bahwa takdir lah yang terbaik. Pemberian Tuhan akan selalu menjadi yang terbaik.

Biarlah ia terbang bersama angin. Bagai isi randu yang terbang dengan kapuknya. Biarlah ia terbang bebas seperti merpati. Seperti yang sering kau bilang. Mengikhlaskan yang sudah terjadi. Dan berharap menjadi lebih baik kedepannya.

Advertisement

Sejatinya cabang perasaan yang paling menakjubkan yaitu melepaskan. Lepaskan, bisa jadi suasana hati menjadi lebih ringan. Lepaskan dan berharaplah sesuatu yang pergi jika memang Tuhan menghendakinya maka akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Jika dia tidak kembali, yakin lah sesuatu yang lebih baik akan segera datang.

Semoga kau tak tersesat jalan pulang.