Aku menyadari cinta itu sulit dimengerti. Terkadang aku merasa tersakiti jika harus bertahan pada posisi semacam ini. Saat mencoba untuk menjauh nampaknya semua terlihat baik-baik saja dan akan merasa bersalahnya jika semua berakhir dengan cepat nan percuma. Tapi apa daya, kau dan dia adalah sahabat karib yang kuakui berjalan cukup lama jika dibandingkan dengan hubungan kita.

Pernahkah kau merasa ada sesuatu yang berbeda saat kita berbicara. Seringkali ku merasa curiga saat kau menceritakan dia didalam percakapan kita. Kucoba untuk memahami dan anehnya malah sering kau ulangi, lantas bagaimana ini?

Tak dapat kumengerti !

Dalam benak berkata, adakah hubungan istimewa diantara kalian berdua. Ah, yang benar saja ? Lantas bagaimana dengan saya dan anda apakah karena dia hubungan kita terpanaskan oleh cemburu buta yang membuat kita tak berdaya.

Pastinya saya paham betul bagaimana menggunakan rumus cinta agar mencapai bahagia. Yah, menghargai kenangan masa lalumu. Tapi bagaimana dengan dirimu, ketika aku mencoba menghargai keberadaan itu nampaknya kau hanya membuatku ragu.

Advertisement

Cemburu, cemburu dan selalu cemburu yang ada dalam benakku. Seakan hambar dan ingin rasanya aku keluar.

Mencoba menjelaskan takut terjadi pertengkaran. Mencoba memahami kamunya nggak ngerti-ngerti. Apa perlu aku lari dan tak kembali lagi agar kau menyadari perasaan apa yang aku rasakan saat ini. Aiih ..

Tidak ada keniatan dalam hati untuk menyakiti, jika aku pergi meninggalkanmu sendiri dan membingkai kenangan itu dengan rapi itu berarti keadaan yang memaksamu untuk mengerti. Bukan hanya mengerti tapi pengalaman ini bisa memberikan edukasi pada diri agar kelak kau tidak mengulangi kejadian dramatis untuk kedua kalinya pada pasanganmu nanti.

Siti Barokah (Barbara Einstein)