Bersama terbenamnya mentari di hari ini, bersamaan itu pula hadir kembali memori tentang sebuah persahabatan antara aku dan dia, wanita yang dulu pernah menjalani kisah cinta bersama kau.. Ya, kisah cinta segitiga yang tak pernah terbayangkan akan terjadi dalam kehidupanku. Takdir membawa aku berada disatu hubungan cinta yang penuh dengan dusta dan air mata, juga persahabatan baru yang penuh dengan kedewasaan.

8 tahun yang lalu, aku mengenalmu lewat telepon salah alamat, dan tak pernah terbayang akan menjadi satu cerita luar biasa dalam hidupku.. Saat berkenalan dan memutuskan bertemu, masih juga tak pernah terlintas di benakku, untuk menjalani hubungan dengan kekasih orang lain.. Itu bukan aku, bukan inginku, untuk berbahagia diatas derita wanita manapun. Aku wanita yang masih punya hati dan sangat mengenal seperti apa rasanya sakit dibohongi.. Setelah pertemuan kita, ada rasa yang berbeda kurasakan, setiap dering telepon masuk, slalu saja kuberharap itu darimu. Aku jatuh hati saat pertama bertemu, ketampanan wajahmu, mengalihkan duniaku. Perhatianmu, bentuk cinta yang terindah yang pernah kurasakan dalam hidupku.

Singkat cerita, akhirnya aku mengetahui kau telah memiliki kekasih, hancur rasanya hati ini, bagaimana bisa, kau yang kukenal sebagai sosok yang baik, sampai hati mendustaiku? Mungkin karena cinta telah membutakan hatiku, sampai aku tak lagi melihat celah salah darimu, sosok yang begitu kupuja setengah mati. Tahukah kamu? Begitu sulit kujalani hari tanpamu, hatiku hancur, butuh sekian waktu lamanya untuk melupakan sosokmu, sosok pria yang telah mengusik hatiku. Tapi aku harus bangkit melewati hari meski dengan kegalauan hati..

Dan disaat aku mulai menjalani kehidupan tanpamu, untuk kedua kalinya kau hadir kembali, membawa berita kalau kau kini tengah sendiri.. Ada rasa bahagia terselip disana, bahagia karena kau kembali kepelukanku.. Cinta, lagi-lagi dia hadir.. Dan hati tak dapat kudustai, begitu mudahnya memaafkan sosok yang pernah kucintai sepenuh hati.. Betapa sulit aku mencegah rasa yang pernah terkubur.. Hari-hari berlalu, setiap waktu bersamamu adalah hal terindah yang kumiliki, adalah hari dimana aku merasakan kita begitu dekat, dan inginku setiap waktu selalu bersamamu.. Disaat kau punya waktu berkunjung, disaat itu pula aku merasakan indahnya cinta. Sekian waktu lamanya aku merasakan hari yang penuh indah warna bunga. Sekian bulan lamanya,tiba-tiba tak lagi kudapatkan kabar tentangmu, disaat yang sama aku kembali kerumah.

Kekhawatiranku tentangmu tiba-tiba terjawab, ketika tanpa sengaja aku mencoba melihat facebook. Mengetik namamu disana, sambil berharap kalau kau selalu dalam perlindunganNya. Saat membaca profilmu, tiba-tiba senyumku tertahan saat aku membaca status hubunganmu, ya disana tertulis kau tengah berpacaran dengannya, wanita yang sama yang dulu pernah aku kenali. Tak ingin berburuk sangka, kucoba lihat profil wanita itu lengkap dengan timelinenya. Bak petir disiang hari, aku melihat begitu banyak dusta disana. Dihari ulang tahunku, aku berharap kau ada bersama denganku, dan teringat pernah kutanyakan pa kau bisa datang berkunjung, tapi jawabmu kau sedang sibuk dan tak bisa hadir, aku menelan rasa kecewa disana, tapi tak pernah terlintas, kalau kau akan bersama wanitamu.. Disuatu pesta pernikahan pula. Ah Tuhan, apa yang terjadi sesungguhnya? Wanita seperti apa aku ini? Bagaimana bisa aku menjalani kisah cinta segitiga untuk kesekian kali dengan sosok pria yang pernah mengecewakanku dahulu? Aku melihat beberapa foto dan tulisan disana, banyak hal yang ingin kuketahui tentangnya. Tapi yang kulihat disana, wanita cantik yang penuh dengan kedewasaan dan kasih sayang.

Advertisement

Akhirnya, dengan penuh rasa bersalah, aku mencoba untuk mengirimkan pesan, yang seharusnya tidak perlu kulakukan. Besarnya rasa kecewaku tak akan pernah bisa menggantikan perasaan bersalahku, karena menjadi duri diantara hubungan kalian. Kurasakan kekecewaannya, kurasakan amarahnya.. Dan kepadanya aku berjanji, takkan lagi hadir dalam hidup kalian. Waktupun berlalu, disaat aku sedang berada dirumah, tiba-tiba ada pesan di facebookku, dan kau tau itu siapa? Wanitamu.. Aku kaget, tak kusangka dia akan kembali menghubungiku, dan mengatakan telah memaafkan salahku, dan yang membuatku merasakan betapa dewasanya dia, dia mengatakan padaku untuk melangkahkan kaki menuju cerita yang jauh lebih baik, memori yang telah lalu, mari kita kubur dalam-dalam. Arus yang pernah datang, kita ambil hikmahnya.. Biarkan setiap memori yang penuh dengan duka kita gantikan dengan memori yang penuh dengan suka. Wanita ini, begitu dewasanya menyikapiku, tak ada makian, tak ada cacian, dia sosok wanita yang sempurna dimataku.

Ini mungkin bagian dari rencana Tuhan yang indah buat aku dan dia, dipertemukan Tuhan melalui peristiwa menyakitkan agar aku bersyukur memiliki kesempatan untuk menjalin persahabatan dibalik arus cinta segitiga. Ya Tuhan, betapa sungguh dewasanya dia.. Bagaimana mungkin bangkit setelah dia jatuh.. Banyak yang harus kupelajari darinya.. Tentang arti cinta yang penuh dengan kedewasaan dan hati yang penuh dengan pengampunan. Kini, dia tengah bahagia bersama keluarga barunya. Tuhan memberikan bukti kalau pengampunan itu akan berbuah indah tepat pada waktuNya. Setiap peristiwa dalam hidup kita, selalu ada hikmahnya.. Terima kasih sahabat baruku, doaku selalu yang terbaik untukmu.. Dan untuk kau, pria yang pernah hadir dalam kehidupan kami, kami telah memaafkan setiap salahmu, terima kasih karena pernah menjadi perantara persahabatan kami.