Hai selamat pagi.

Pagi ini seperti biasa sebelum memulai aktifitas kantor aku minum teh manis hangat dan brownies cokelat kesukaan di meja kerja, diselingi dengan melihat video kamu sedang vaping dan berusaha membuat trick vaping tapi gagal dan juga foto-fotomu sedang beraktifitas di sana yang kamu kirimkan waktu hari lalu, hal itu cukup untuk menjadi penyemangat pagiku dan sukses membuatku tersenyum manis.

Kamu pasti masih tidur, karena belum membalas pesanku. Enak ya jadi kamu bisa bangun siang sesuka hati dan setiap hari adalah hari libur, kamu bisa pergi main kapan saja, Aku jadi iri. terus bangunnya nanti jam 12 paling cepat bahkan bisa sampai sore.

Ngomongin tentang kamu, aku jadi ingat malam itu kamu bilang “seandainya aku di sana, kira-kira kita bakal deket gak dek?” aku jawab “iya kalo kamu tinggal di deket rumahku ya kita deketan” kamu tertawa dan bilang “bukan kayak gitu, maksudku deket secara relationship” aku terdiam sesaat. “jangan deket-deket, nanti pacarku marah. kamu diberantemin, mau?”. “Untung baru seandainya ya dek” katamu “Aku bisa beli tiket ke Jakarta kapan aja aku mau” sambungmu lagi “kost aja di sini” candaku “kesenengan kamu itu mah. hahaha” candamu. Aku lebih memilih untuk tidak menjawab dan bercerita tentang keseharian walaupun masih ada rasa yang mengganjal setelah kamu bilang begitu, aku jadi kepikiran. Sejauh ini hubungan kita cukup dekat karena aku menganggapmu seperti kakakku sendiri.

Hem, tapi bohong yah kalau aku bilang tidak ada rasa. Karena kita sudah kenal lebih dari enam tahun yang lalu. Sudah cukup lama untuk dua orang manusia berbeda gender intens berbalas pesan dan mengobrol lewat sambungan udara. Ditambah sering bertemu lewat layar handphone.

Advertisement

Kamu manis, senyummu seger kayak ice lemon tea beneran aku gak bohong. Aku suka lihat kamu senyum dan tertawa. Kamu misterius, membuatku benar-benar penasaran. Aku suka memandangimu waktu kita video call. Aku suka kamu bilang aku tambah cantik, aku suka waktu kamu bilang pipiku cubitable bikin gemes. Aku suka, pokoknya suka aja . Apalagi waktu kamu bikin trick vaping mau bikin bentuk "love" tapi gagal. lihat kamu berusaha banget begitu aku jadi tertawa terbahak-bahak. Terus tak lama kemudian kamu pamer udah bisa trick lain. hehe

Kamu tahu? Ada rasa rindu, jika sehari saja kamu tidak ada kabar. Rindu yang sulit untuk digambarkan dan diutarakan. Ingin menghubungi duluan tetapi gengsi. Apa ini berarti aku sudah main hati denganmu? Apa aku sudah menghkianati pacarku? Apa yang harus aku lakukan? Padahal jarak kita cukup jauh dan keyakinan yang berbeda. Karena itu aku dari dulu mencoba mengontrol hati agar tidak jatuh cinta padamu dan menganggapmu seperti kakakku. Apa ada yang salah dengan hubungan sebagai “Adik-Kakak”?

Aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kekasih, aku berani jamin itu atas kesadaranku. Tapi kalo aku lepas kesadaran aku tidak tahu akan terjamin atau tidak. Lagipula mana mungkin kamu mau menjadi selingkuhan? Dan aku juga tidak akan melepaskan pacarku hanya untuk bersamamu. Jadi tetap seperti ini saja. Jangan lebih.

Maafkan tulisanku ini, aku hanya sekedar mengungkapkan rasaku. Biarkan aku tetap seperti ini, memilih mencintaimu diam-diam dan menahan rindu. Aku tidak memiliki nyali untuk mengutarakan langsung kepadamu.

Dari aku di Jakarta.

26 April 2017