Hai kamu yang ada di sana.. Yang untuk bertemu tak bisa hanya sekedar menentukan tempat. Yang kutatap lewat langit, awan dan matahari sebagai pengganti wajahmu. Yang jika ingin bertemu pun harus berada di perut burung besi selama berjam – jam

Nyatanya, kita memang terpisah secara fisik ribuan kilometer. Kita tidak bisa berjalan bersisian dan bergandengan tangan seperti yang lainnya. Kita hanya bisa bertukar kabar via tulisan, gambar, dan suara.. sesekali video

Banyak malam telah kita lewati dengan tertawa bersama. Banyak hal yang telah kita bicarakan.. banyak sekali. Kadang kita terbenam dalam khayalan kita masing-masing akan sebuah pertemuan atau mungkin hanya aku yang mengkhayalkan hal itu?

Bolehkah aku meminta waktu mu sebentar? Aku ingin kita bisa pergi bersama. Aku tak ingin yang ada hanya jejak kaki ku ketika aku berkunjung ke pantai. Aku ingin bunga yang kau berikan untuk ku itu bukan hanya gambar. Aku ingin kata-kata manis mu itu bukan hanya bisa ku baca tetapi juga bisa ku dengar langsung. Aku ingin bisa menyamakan langkah kaki kita agar bisa berjalan bersisian. Ahh.. tapi itu hanya khayalan bagi ku

Sesekali kesibukan kita semakin menggila dan kita jadi seperti dua orang yang tak saling kenal. Kita terbawa arus di kehidupan nyata kita masing-masing dan sulit untuk kembali. Aku sering tak bisa menemukan mu, bahkan dalam khayalan ku..

Advertisement

Kita semakin jauh..

Bukan lagi secara fisik, tapi juga hati

Mungkinkah hubungan ini akan berubah dipanggil dengan julukan persahabatan ketika nanti kita sama-sama linglung tentang apa yang selama ini kita jalani ?

Percakapan kita via pesan akan jadi memori, yang yaahh kurasa untuk saat ini cukup untuk aku baca kembali ketika aku rindu

Aku merindukanmu. Tapi entah bagaimana denganmu…