Apa kau tahu sayang, bagaimana rasa hatiku saat malam itu? rasa sesaknya dada dan irisan kepedihan yang kau buat? apa kau cukup mengerti keadaanku saat malam itu? asumsiku hingga saat ini, yang hanya kau pedulikan saat itu hanyalah perasaanmu dengan segala kecemasan dan kebersalahanmu kepadanya… kepada orang yang sangat kau sayangi saat ini… tak ada terlintas perasaanku dipikiranmu bukan?

aku ingin bertanya kepadamu wahai kasihku… apa pada saat kau mengucapkan kata-kata manis dan lembutmu kau memikirkan keberadaanku saat malam itu? apa kau memikirkan perasaan ku saat itu seperti apa rasanya dalam kondisi aku saat malam itu? apakah kau juga berfikir, sudahkah kau menghargai aku sayang?

bila kau dapat menjawab pertanyaan itu, pertanyaan selanjutnya adalah apakah sebenarnya kau ingin dimaklumi dan dimengerti oleh ku sayang? seperti apa aku harus memaklumimu? masih kurangkah selama ini segala sesuatu hal hingga pemakluman untuk mu?

dan aku ingin bertanya kembali kepadamu sayang, kau ingin aku selalu ada disampingmu bukan, untuk apa sayang? hanyakah untuk selalu diperlakukan seperti ini? ataukah kau memang benar sayang aku? jika kau benar sayang aku, sayang apa yang kau berikan ini? apakah aku hanya sebagai pelengkap dari keterbatasanmu? (maaf kalau aku harus berkata demikian)