Waktu yang mengalir begitu cepat membuatku tidak menyadari akan usiaku yang semakin menua. Aku, aku mungkin pernah menyadari hal ini namun pura-pura tidak mengetahui. Aku selalu menolak untuk memikirkan hal yang berhubungan dengan waktu dan usia karena mereka berdua tidak pernah pasti. Tidak ada yang dapat menjamin apa yang akan terjadi pada diriku.

Bisa saja satu menit kemudian aku tertimpa sesuatu (rumah tiba-tiba roboh misalnya) kemudian mati atau bisa saja hal yang kulakukan saat ini dapat membuatku menjadi orang sukses di masa depan atau sebaliknya, menjadi orang yang terpuruk, aku tidak pernah tahu.

Pikiranku memang begitu primitif, begitu pasrah dengan waktu yang berlalu. Beginilah yang kulakukan dengan pikiran primitifku di setiap harinya, duduk berjam-jam lamanya disebuah ruangan kecil sambil menatap layar kecil dihadapanku yang menampilkan hasil karya orang-orang hebat. Mereka adalah sosok impianku yang membuatku ingin menjadi seperti mereka.

Begitu banyak mimpi yang kupikirkan selama ini, menjadi penulis adalah salah satunya. Seringkali aku terkagum-kagum sendiri setelah membaca hasil karya penulis hebat di luar sana yang penuh dengan kata-kata indah dan bermakna, yang dapat membuka hati dan pikiran orang yang membacanya. Namun semua itu hanya sebatas mengagumi, hanya itu yang kulakukan selama ini.

Aku terlalu takut untuk mencoba mewujudkan mimpiku karena menganggap diriku sendiri adalah orang yang payah, padahal aku belum melakukan apapun dan orang lain belum berkata apapun tentang kepayahanku. Kata payah ini keluar dari mulutku sendiri karena aku begitu pesimis.

Advertisement

Hari ini, akhirnya kupaksakan otak primitif ini untuk memikirkan rangkaian kata yang bermakna. Kikuk sekali awalnya, wajar saja karena didalam otakku terjadi proses yang berbeda dari biasanya. Kunikmati saja kekikukan ini, pokoknya aku tidak mau berhenti sampai tulisanku selesai. Masa bodo dulu dengan penempatan tanda baca yang kurang tepat, untuk sekarang ini, setidaknya kalimatku dapat mudah dimengerti. Aku bukanlah orang yang payah.

Kurasakan cahaya kecil menyelusup sedikit demi sedikit ketika aku mulai mencoba untuk menulis. Seketika aku berpikir, hidup ini memang penuh dengan ketidakpastian, kita bisa mati kapan saja dan belum tentu yang kita lakukan sekarang akan mendatangkan kebahagiaan dikemudian hari, namun jika kita berdiam diri saja dan sekedar mempunyai impian tanpa mencoba untuk mewujudkannya, ketidakpastian yang ada akan berujung pada suatu penyesalan. Apapun mimpimu, tinggal memaksakan diri sedikit saja, percayalah semuanya akan menjadi terang pada akhirnya.