Hai, wanita pelaku aborsi, pernahkah kamu berfikir untuk sedikit saja menghargai sebuah kehidupan? Pernahkah kamu berfikir betapa bahagianya "dia" saat berada dalam kehangatan rahimmu? Dia adalah benih yang telah tumbuh di rahimmu. Apa yang kamu pikir ketika kamu mengakhiri hidupnya? Apa yang kamu pikir ketika dia kesakitan sewaktu kamu menghancurkannya dalam rahimmu sendiri?

Pernahkah kamu membayangkan sedikit saja kemungilan tangannya, kemungilan kakinya, wajahnya yang merah, tangisannya ketika nanti dia terlahir?

Pernahkah kamu membayangkan sedikit saja betapa bahagianya dia ketika dia bisa melihat dunia dan memandang wajahmu untuk pertama kalinya dan tersenyum manis untukmu?

Ketika kamu dinyatakan "positif" saat itu jugalah ada kehidupan yang seharusnya kamu sayang dan rawat di dalam rahimmu dan lebih hebatnya lagi kamu dipilih oleh Allah untuk memegang amanah-Nya.

Tetapi apa? Apa? Apa yang kamu lakukan? Kamu menghancurkannya, kamu menyakitinya, kamu membuangnya begitu saja? Tidak merasa berdosakah kamu? Sucikah kamu hingga kamu mampu melakukannya? Makhluk seperti apakah kamu yang begitu tega menenggelamkan harapannya untuk hidup?

Advertisement

Dia tidak salah, kenapa harus kamu singkirkan? Dia hanyalah korban dari perbuatan nafsu yang seharusnya belum sah untuk kamu lakukan dengan pasanganmu!

Mengertikah kamu.. di dalam rahimmu.. dia berharap mendapat perlakuan hangat darimu tetapi ketika kamu menyakitinya dia menangis:

"Mama… Mamaa.. Apa yang mereka lakukan mamaaa.. Sakit maaaa.. Sakiittt… Mamaaa… Kenapa mama diam saja? Mama ingin aku pergi.. Apa salahku ma? Mamaaa.. Tangankuu dicabut, sekarang kakiku yang mau dicabut.. mMaa… Sekarang mataku maaa… Aku ingin melihat mama.. Tapi mama dan mereka menyakitiku… Aku sayang mama.. Tetapi kenapa ma? Kenapa mama membunuhku? Aku ingin hidup mama!"

Tetapi semua sudah terlambat ketika kamu memutuskan membunuhnya dan membiarkan tangan-tangan itu merenggut kehidupannya di dalam rahimmu.. sudah terlambat! Mungkin hanya beberapa saja dari kamu yang menyesal tetapi penyesalan itu tidak akan pernah bisa mengembalikannya ke dalam rahimmu.

Kamu pembunuh! Perampas hidupnya! Padahal kamu bukan pemberi kehidupannya! Kamu telah gagal menjadi seorang ibu dan telah gagal memgemban amanah dari Allah! Berserulah dalam doamu memohon pengampunan-Nya, meminta maaf pada dia yang kau renggut kehidupannya dan cobalah untuk menghargai kehidupan.