Aku jatuh cinta lagi, padamu, seseorang yang sama yang telah mencuri hatiku sejak 3 tahun yang lalu. Seseorang yang selalu kutunggu di tempat persembunyianku.

Setahun hampir berlalu sejak kamu datang lagi dengan pelukan itu. Hari-hari yang kita lalui, pasang dan surutnya hati, ada dan tiadanya kamu. Semua teretas oleh waktu yang kita jalani. Banyak hal yang telah terjadi, banyak pula yang terlewati. Semua dengan ketakutan dan kecemasan yang sama. Mungkinkah kamu meninggalkanku lagi?

Mengakhiri tahun kemarin, aku membawa pulang setumpuk angan dan rindu karena tak bisa kutemukan kamu dalam kurun waktu beberapa minggu. Kubawa pulang ke kotaku dan kucoba mengabaikannya dengan tidak mengingatmu. Walau tak pernah bisa karena bayangmu selalu saja hadir di penghujung hariku. Saat mata mulai terpejam dan tubuh merebah di peraduan, bayangmu pun mulai menari di sana.

Di tahun yang baru ini, kubawa setitik harap saat kembali ke kota kita. Kota yang menyajikan langit yang sama untuk kita pandang. Diiringi seribu ketakutan yang meraja. Kulangkahkan kaki kembali ke tempat yang sama, yang menyimpan sejuta kenangan kita. Kutunggu hadirmu di sini, di tempat persembunyianku lagi.

Jantungku berdebar cepat, saat sosokmu membuka pintu ruanganku. Kulihat sebuah ragu di sana. Mungkin keraguan yang sama seperti yang kurasakan. Akankah kamu masih sosok yang sama, yang kukenal setahun kemarin? Ataukah kamu akan kembali menghilang seperti dulu?

Advertisement

Tersentak rasa, saat kamu mengucapkan sebuah kalimat yang tak ingin kudengar. "Yang lalu biarlah berlalu, masak mau diulang lagi", katamu. Hffttt… kamu ga tahu apa yang aku rasakan saat mendengar itu. Sakit dan kecewa memenuhi dada. Kubawa masuk ke ruang rahasia kita, ku bawa diam di sana. Hanya berbatas tembok setebal 20 cm, tapi kamu terasa begitu jauh. Aku tak tahu apa yang kamu mau. Yang ada di benakku hanya satu tanya, "cuma begini doang akhirnya?" Walau tak pernah terucap apa-apa dari bibirku. Sudah kusiapkan hati untuk menerima luka dan kecewa, tapi tetap saja terasa begitu berat menerimanya.

Entah apa yang membawamu akhirnya mengikutiku masuk ke ruang rahasia kita. Tanpa kuduga, kamu memelukku dan mengecup pipiku. "Tuh kan, mulai lagi…", katamu. Sesaat kunikmati rasa yang menghangatkan dada saat lenganmu mendekapku. Aku terdiam, masih terpaku dengan pesona rasa yang kau berikan. Satu tanya yang terucap dari bibirmu, "masih?". "Iya, masih", jawabku. Kulihat senyum terkulum saat kamu keluar dari ruanganku. Tapi masih saja kulewati waktu untuk mencari jawab atas senyummu. Kulalui malam dengan tanda tanya besar di kepala. Apa yang kau rasakan sayang? Kenapa kamu mengucapkan kalimat yang mengecewakanku? Ataukah ketakutanmu sama dengan ketakutanku? Mencari kepastian?

Pagi menjelang dengan sejuta asa di dalam dada. Melangkah lagi ke tempat yang sama. Mencari jawab atas semua tanya. Sekali lagi kutunggu bayangmu ada di depan pintu. Sekali lagi kurasakan gejolak rindu dalam balutan gelisah menunggu. Sekali lagi kurasakan desiran darah yang melaju saat sosokmu memenuhi bayangku.

Akhirnya kamu datang juga, membawa sebuah peluk dan kecup yang sangat kurindu. Akhirnya kutemukan jawab atas semua tanya. Satu yang tak biasa, satu yang terasa berbeda, satu yang terasa begitu istimewa. Kamu membelai lembut pipiku, memandangku dengan tatapan mata yang dulu sangat kurindu. Satu hal yang tak pernah kamu lakukan selama ini. Dan tak bisa kupungkiri, aku jatuh cinta lagi.

Selama ini aku menyayangimu, tapi aku tak ingin jatuh cinta lagi padamu. Karena aku tahu, cinta membuatku tak bisa berhenti mengharapkanmu, tak bisa berhenti memikirkanmu dan tak bisa berhenti merindumu. Cinta membuatku selalu menginginkanmu. Sementara, mau diapakan juga? keadaan kita tidak biasa. Kamu tak akan pernah sepenuhnya ada di dalam hidupku.

Tapi, tak bisa lagi kutolak. Sekali lagi aku jatuh cinta padamu. Belaian dan tatapan lembutmu yang membuatku tak bisa lagi mengabaikan rasa cinta yang selama ini berusaha kutepis. Hanya dengan tujuan supaya aku tidak terlalu terluka saat semua kembali lagi tiada. Tapi, kali ini mau tak mau aku harus siap menerima semua luka dan kecewa jauh lebih dalam dari sebelumnya.

Biarlah kurasa semua yang harus kurasa. Karena aku jatuh cinta lagi, padamu. Kamu yang bernama 'seseorang'…

I luv u