Aku berpikir ada yang salah dalam diriku , kenapa saat aku sudah punya kamu tetapi masih saja ada titik di mana detak jantungku berdetak tak berirama, gugup yang tidak mampu aku sembunyikan, dan sorot mata yang membuatku sulit mengontrol sikapku sendiri, padahal aku hanya ingin “biasa saja” dengan perempuan selain kamu.

Sekarang tahun kelima di mana aku dan kamu masih saling berpegangan tangan meskipun tidak seerat kemarin seperti saat pertama kita saling menaruh cinta. apa yang aku rasakan saat ini dengan perempuan selain kamu adalah kondisi yang sulit dijelaskan.

Logikaku masih berpikir kamu adalah satu-satunya perempuan di hidupku yang harus aku perjuangkan sampai aku tidak mengerti apa artinya “menyerah”. Tapi saat ini kenapa perempuan itu yang di hatiku bukan kamu.

Untuk sesaat aku terbenam dalam cinta dengan perempuan itu dalam hubungan persahabatan, menikmati energi abnormal layaknya orang jatuh cinta. terlalu sederhana untuk dijelaskan tapi semua keanehan itu datang kembali di hidupku, berangkat kekantor lebih pagi dari biasanya hanya sekedar menunggu senyum perempuan itu yang tiba-tiba menghipnotis alam bawah sadarku, lebih parahnya aku melakukan modus –modus jitu hanya untuk bersendau gurau bahagia seakan tidak ada kamu.

Dengan senang hati aku mengikuti arus hubungan ini aku, kamu, dan cinta baruku. Seakan semuanya berjalan dengan mudah tapi semuanya berubah saat kamu mulai membaca segala sikap ketidakwajaranku, yang sudah mulai terbiasa tidak menelfon, sms , atau absen malam minggu.

Advertisement

Kamu sudah mulai bertanya banyak hal yang sebenarnya aku tidak pernah ingin kamu tau, akhirnya kita berdebat banyak hal yang berujung dalam pertengkaran dan kamu memutuskan untuk berhenti dan pergi.

Masih lekat memori itu saat kamu pergi dari hadapanku dengan penuh kebencian dan kesedihan. Aku juga tak mengerti kenapa hanya berdiam dan tak mengejarmu, dadaku sesak seakan aliran darahku berhenti, sungguh untuk pertama kali dalam hidupku embun di mataku jatuh dan aku tak mampu mengontrolnya.

Sekarang, ribuan jam setelah kejadian itu langkah kaki ini semakin berat tanpa adanya kamu. Ingin saja saat ini menghabiskan waktu di tempat-tempat kita bertemu, meskipun ini hanya sekedar fatamorgana, setidaknya aku bisa sedikit lega.

Aku kembali ke masa lalu mengingat segala hal tentang aku dan kamu, yah aku melihatmu perempuan yang menerima kekuranganku bahkan saat aku berada di titik terendah dan aku tidak bisa lagi disebut manusia, mungkin karena semua hal tentang dunia gelapku, tetapi kamu disampingku dengan segala keyakinanmu “kamu pasti berubah”.

Bahkan sampai hal terburuk saat seluruh manusia tau tentangku dan tak menerimaku, kamu masih menjadi orang pertama yang menggenggam tanganku “kamu bisa melewati ini”. Dan semuanya jelas berbeda dengan perempuan yang baru mengenalku, mereka melihat diriku yang karena kamu, manusia yang telah memanusiakan manusia.

Meskipun aku merasakan titik jenuh bersamamu bahkan mungkin merasa cinta kita kadaluarsa tapi saat kamu pergi aku sadar bahwa kamu kebutuhanku. Yang paling buruk adalah kebodohanku menikmati cinta yang baru dan melupakanmu, tapi sekarang saat kamu pergi dia tidak ada artinya dan tetap kamu yang terpenting.

Terlalu naïf jika aku memintamu kembali, aku tidak akan melakukan itu. Tetapi di hari ini aku datang pada Ayahmu meminta restunya untuk menghabiskan sisa hidupku untuk menjagamu.

Based on true story