Tuhan, aku bingung dengan jalan hidupku. Sebenarnya apa yang telah engkau gariskan untukku?

Saat ini aku duduk merenung,membayangkan kilas-kilas bayangan yang telah lalu, 17 tahun hidupku dan semua seperti tanpa arti, seperti aku hidup dalam kesia-siaan. Apa untuk itukah dilahirkan? Aku belum berhasil melakukan yang bermanfaat untuk sekitarku, bahkan lebih dari itu, aku belum menemukan jati diriku. Untuk apa aku lahir? Apa yang Istimewa dariku? Bakat apa yang kau titipkan padaku? Aku bimbang.

Siapa aku ini?

Sering aku berandai-andai seperti mereka yang telah kau anugerahi kesuksesan,bagaimana mereka melakukanya? Apa aku bisa? Tak jarang juga aku menangis dalam lamunanku. Aku tak berdaya untuk apapun. Aku hanya kelinci kecil yang menantang kelamnya dunia. Aku belum sadar benar dimana posisiku. Benarkah jalanku? Atau aku belum menyadari sebenarnya aku tersesat? Bagaiman caraku keluar dari ketersesatan?

Bahkan dalam pengandaian pun aku tak pantas dikatakan bahagia.

Advertisement

Akulah kelinci kecil liar yang tersesat di tengah kota, tak tahu jalan pulang, diabaikan orang-orang. Aku tak seberuntung kucing untuk dapat diadopsi dengan menunjukkan kelucuannya,atau bukan seekor anjing yang dapat dijadikan sahabat dan penjaga rumah. Aku kelinci kumuh yang lebih mirip tikus got. Kotor dan menjijikkan. Keberuntungan seperti apa yang akan menghampiri binatang itu?

Akulah kelinci kecil lemah tak berdaya. Cakarku tak setajam harimau, gigiku dan rahangku tak setajam dan sekuat buaya. Aku tak sanggup membela diriku dari apapun,yang kulakukan hanya terus berlari, berlari tanpa tau arah, ketakutan dan meringkuk di bawah langit kota. Telingaku panjang.Tapi untuk apa? Itu hanya membuatku lebih jelas mendengar apa yang mereka katakan tentang aku, lebih mengerti bahwa sebenarnya aku ini tak berguna, bahwa mereka tak suka denganku. Aku lebih banyak mendengar hingga tak mampu berbicara.

Terisolasi? Kata itu sepertinya cocok untukku

Aku terombang ambing, tak punya pilihan. Mencoba menghargai hidup yang katanya anugerah,tapi kurasa aku belum menemukan apa itu hidup. Aku lebih banyak tertekan dan sering putus asa. Kenapa? Tanyakan pada dunia! Apa dia membenciku? Aku berharap suatu hari aku bisa punya mimpi dan harapan. Aku harap aku bisa berhenti menangis tanpa membuat orang lain menangis. Aku ingin bahagia seperti orang-orang meski aku tak tau apa itu bahagia yang sesungguhnya. Bagaimana jika dunia tak memberikanya? Aku meminta pada Tuhan bukan pada dunia. Tuhan lebih berkuasa atas apapun, hanya itu yang ku tahu.

Mintalah hanya kepadaNya

Aku lelah terus melantunkan nyanyian keputus asaan. Aku ingin bangkit dengan kaki kecilku, aku ingin menatap dunia, aku ingin lihat seperti apa sinar kebahagiaan. Aku harus punya mimpi. Aku harus punya harapan. Aku harus melepaskan borgol putus asa dari tanganku. Karena aku tahu Tuhan sanggup dan aku juga pasti sanggup karenaNya. Aku akan berteriak "Aku siap untuk rintangan" meski tahu rintangan itu bukan sesuatu yang menyenangkan, tapi aku tahu rintangan adalah tangga menuju suatu tempat dimana kau akan berada di puncak hingga tak satupun dapat mengusikmu. Mereka akan bertekuk lutut dan mendongakkan kepalanya ke atas untukku. Aku sanggup untuk itu. Harus sanggup. Karena Tuhan pasti sanggup.