Aku malas rasanya mengingat kejadian malam itu. Betapa tidak, aku seperti gila. Aku ingin menertawakan diriku sendiri.

Sakit? Jelas.

“Hai dia sudah pergi, ini kenyataan, ini asli, bukan dusta, bangunlah jangan bermimpi”.

Ini menyakitkan sayang, aku lelah, aku muak. Ingin berbicara tapi seperti bisu, ingin berjalan tapi seperti lumpuh, ingin mendengar tapi seperti tuli. Seperti itu rasanya, porak poranda.

Harus setegar apa, harus sesabar yang seperti apa Tuhan. Terkadang aku ingin mengulang waktu, untuk tidak mengenalnya, terkadang aku ingin lupa ingatan, atau ingin mati agar semua ini berakhir.

Advertisement

Masih pantaskan aku berbicara tentang rindu, atau tentang pertemuan, atau tentang secangkir kopi, tentang hujan, atau tentang senja. Bukankah seharusnya aku berbicara tentang keikhlasan, kedamaian, merelakan, atau apa saja yang membuat kamu redam.

Taukah setiap pertemuan merupakan cambuk untukku, tatapan matamu yang penuh emosi seolah mencaciku.

Aku merindukanmu, aku ingin memelukmu, kebencian ini menyiksaku.

Maafkan aku, lihatlah aku.

Apa yang bisa aku lakukan sekarang, tak ada jalan. Kau mengingatku pun rasanya sudah mustahil. Ya, beberapa orang menceritakan kisahmu, mungkin benar kau sudah mendekati wanita lain. Aku bisa apa, kamu tak salah, kita sudah lama berpisah, jelas kamu ingin mencari sosok yang lebih baik sebagai penggantiku.

Setiap kali aku berfikir aku harus ikhlas dengan takdir ini, harus menerima bahwa kita sudah tak lagi sama-sama. Aku yang terlalu lemah, aku yang bodoh tak sedikitpun bisa melupakan tentang kita. Selalu merindukan senyuman, kecanduan humoran, bermimpi tentang pertemuan yang mungkin mustahil terjadi.

Percayalah aku sangat peduli padamu, aku sangat menyayangimu, aku sangat merindukanmu, tapi aku tak bisa melakukan banyak hal, kecuali diam, ya hanya diam yang bisa aku lakukan, diam dan seolah tak mengenal tentang kita. Diam seolah kita tak pernah ada.

Yang perlu kau tahu merindukanmu seolah menjadi rutinitas setiap malamku, tapi aku lupa menanyakan, ”Apa yang bisa ku lakukan ketika merindukanmu?”