Sudah lama kita menjalin hubungan ini, aku bahagia bersamamu, tertawa bersama. Terkadang kita bertengkar namun itu tidaklah lama. Kita sudah sama-sama melupakan masa lalu kita, awal kebersamaan kita. Aku masih trauma dengan bayangan masa lalu, namun seiring waktu berjalan kau membuatku lupa akan kenangan pahit dan sakit hati, lukaku mulai pulih.

Kamu membuatku lupa akan hari kemarin, kamu membuatku menjauh akan kenangan pahit. Trauma hatiku mulai pulih, semua karenamu membuatku bahagia hingga masa laluku pun sekarang sirna"

Aku memutuskan bahagia bersamamu dan kamu tak pernah bertanya siapa yang membuatku trauma. Sekalipun tak pernah, kau hanya diam tersenyum memandangku. Aku bahagia bersamamu.

Hingga pada waktunya masa lalumu pun datang, menanyakan kabar tentangmu. Aku terdiam mematung, hatiku tak karuan mendengarnya. Aku lupa bahwa kau pun punya masa lalu, kau pun punya mantan! Mantanmu ternyata orang yang aku kenal. Aku marah kenapa dia bisa datang saat ini, aku ingin blokir dia dari kehidupan kita sekarang.

Tapi kau tertawa, merangkulku, kau bilang, "kamu cemburu ya?". Aku tersenyum malu. Kau membuatku tenang, bukan masalah yang lalu datang pastinya akan datang juga. Bukankah hati kitalah yang terpenting?

Advertisement

Saat masalah datang, percayakanlah hatimu, dia pilihanmu, dialah tempatmu, hatinya tujuanmu. Kau akan mengerti semua itu hanyalah orang yang sekedar lewat. Bukankah kau pilihannya? Percayalah.

Saat ini akupun mengerti kenapa kau tertawa, kau hanya bilang, "dia mau apa?". Jika hanya say hello, katakan hello juga. Tak ada yang salah bukan? Karena waktu akan membuatmu lupa jika ada mantan yang pernah ada dan kau pun bisa bertemu dengan yang terbaik pada akhirnya.Tak ada salahnya kita mengucapkan terima kasih pernah mengajarkan arti kesetiaan, kepercayaan, kebaikan.

Sekarang kita punya jalannya masing-masing, setialah pada hatimu, pada tujuanmu. Percayakan hatinya pada hatimu, jawabannya adalah kebahagian. Kau akan tertawa bersama menceritakan masa itu saat berjumpa mantanmu atau dia.