Aku, seorang penipu.

Aku sudah melakukan kesalahan besar dalam hidupku, dalam dunia percintaan yang seharusnya bisa membuatku bahagia disetiap harinya. Aku sudah berbohong kepada seseorang yang aku cintai. Aku rela berbohong hanya untuk menjaga hubunganku agar baik-baik saja, tapi nyatanya aku salah.

Satu kebohongan hanya akan membuat kebohongan kebohongan lain tercipta, kebohongan akan terus di tutupi oleh kebohongan lain. Pada awalnya aku tak sengaja berbohong, tak ingin aku melakukannya tapi seolah semesta mendukungku. Aku terlalu asyik dengan satu kebohongan dan memulai kebohongan lain. Aku mulai satu kebohongan dan kebohongan berikutnya jika aku sudah mulai tersudut.

Hanya dengan maaf, aku memintamu untuk bisa tetap bersamaku. Walau aku sadar segala konsekuensi yang harus aku hadapi. Aku sudah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah kau beri. Aku hanya takut untuk menghadapi kemarahanmu dengan membuat kebohongan lain yang justru membuatmu semakin marah.

Semuanya sudah aku ceritakan, semua sudah aku buka. Tak ada yang aku tutupi. Aku tak akan berjanji. Aku tak akan mengucap kata-kata harapan karena aku tahu, kau tak akan pernah percaya padaku bagaimanapun kondisinya. Aku hanya bisa berucap bahwa aku tak akan pernah menyembunyikan lagi apapun yang terjadi di kehidupanku, entah apapun responmu.

Advertisement

Kemarin dan hari ini, membuatku sadar. Aku harus bisa mengakhiri kebohongan yang telah aku mulai. Permintaanku tak banyak, aku hanya ingin terus bersamamu, bersama dengan seseorang yang telah aku pilih sebagai pendampingku kelak.

“If you tell the truth, you don't have to remember anything.” – Mark Twain

Untuk pria yang aku cintai, apakah masih ada maaf dan kesempatan untuk aku yang sudah berusaha untuk menjelaskan kejadian dan alasan yang sebenarnya?