Aku menunggu mereka, bukan mereka maksudku salah satu dari mereka yang akan masuk kedalam sini. Bukan sekedar masuk lalu untuk keluar kembali. Tetapi benar-benar masuk dan menjadi penghuni disini. Mereka semua yang datang satu persatu dengan membawa berbagai suguhannya sendiri. Kali ini bukan aku yang memberikan mereka suguhan layaknya tamu namun sebaliknya. Bukan aku yang berusaha memberi kenyamanan namun sebaliknya.

Aku tak mengerti, bahkan tak sedikitpun lesung manis yang aku suguhkan kepada mereka. Diam dan diam sesekali keluar satu dua kata sekedar menjaga sedikit perasaannya. Tak jarang bahkan aku menunjukkan muka masam dan ketidak betahanku, sampai akhirnya mereka pergi dengan sendirinya. Beberapa pun ada yang berusaha tetap terjaga.

Aku tau beberapa dari kalian berusaha menunjukkan sesuatu kepadaku, tapi maaf aku masih mati rasa. Aku belum siuman dari sakitku kemarin, aku tak merasakan apapun yang kaliah suguhkan.

Tuhan telah mangabulkan doaku malam itu, aku diberikan amnesia hanya dalam waktu sehari setelah kejadian itu. Namun aku masih diberi lupa tentang doa-doaku malam itu. Aku terlalu menikmati kebahagianku saat ini sendiri tanpa siapapun.

Aku membiarkan satu persatu yang datang untuk mengantarkannya kembali keluar bukan karena ketidakbutuhanku. Sungguh aku butuh dan aku mengharapkan tapi aku belum sanggup untuk memulainya. Aku hanya tidak ingin terlalu cepat memutuskan, namun aku akan memutuskan seketika aku merasakan sesuatu yang aku cari, rasa yang berbeda dari sebelumnya, sembari aku mencari sekotak obat terlengkap yang akan kupajang di tembok ini. Tapi aku belum menemukannya.

Advertisement

Pergilah jika kalian hanya ingin bermain-main. Waktuku tak kuciptakan untuk itu. Tetaplah terjaga jika salah satu dari kalian mengerti apa yang aku impikan saat ini bersamamu. Kelak aku akan menjadikanmu tamu terindah disini.