aku dan kamu dipertemukan dalam perjalanan yang mengajarkan tentang kehidupan dan dunia. aku mengenalmu di salah satu jalan menuju impianku, dikala aku masih berkutat pada buku.

dari sekian banyak bintang aku memilih cahayamu menjadi pengiring langkahku.

3 tahun lebih masa abu-abuku ku jalani bertemankan kenangan tentangmu. beberapa romansa cerita cinta tentang dia dan mereka yang sesaat pernah menjadi penghapus namamu di beberapa lembaran dalam diary abu-abuku. Tentangmu, tetap menjadi topik utama dalam ceritaku.

"berlalunya putih abu-abuku membawaku kembali berpapasan denganmu, menjalin kedekatan yang dulu sempat terabaikan. memulai kembali cerita dalam ikatan di luar pertemanan"

1 tahun, 6 bulan ku lalui waktu bersamamu. beribu kata ku goreskan dalam diary mahasiswaku. sebuah cerita pertarungan dalam membunuh rindu yang tercipta oleh jarak dengan pertemuan-pertemuan singkat yang kita miliki. tentang perjuangan melawan peliknya hidup yang belum kumngerti.

Advertisement

kamu dengan dewasanya, mengajarkanku untuk kuat dan mandiri. jarak bukan halangan bagimu untuk menjagaku dan menguatkanku.kau membuatku mengerti bahwa dalam perjuangan membutuhkan pengorbanan.

"terima kasih untuk kekuatan yang kau beri dalam langkahku, hingga aku tetap bisa bertahan dan meneruskan perjalananku"

hidup memaksaku mundur dari sisimu. saat aku mulai tersadar bahwa dunia kita berbeda, kita terlalu sibuk dengan mimpi kita masing-masing sehinga lupa pada janji yang sempat diikrarkan dulu. aku masih terlalu lemah untuk menjadi tempat bersandarmu, dan aku masih terlalu egois untuk memahamimu.

melepasmu kupercayai sebagai cara untuk meringankan bebanmu, setidaknya aku membiarkanmu memilih dunia yang bisa membuatmu bahagia dan tersenyum dengan bangga. melepasmu adalah bukti bahwa rasa yang ku miliki tulus dari hati. menahanmu bersamaku hanya akan menghambat jalanmu. berlarilah secepat yang kamu bisa hingga mimpimu bisa kau raih. menjagamu melalui do'a sambil mengawasimu atas nama pertemanan yang kembali kita jalani dan hanya melihatmu melalui jendela kecil ini sudah cukup menjadi pengisi di hari-hari sepiku.

janji yang kulepas semoga bisa kau pahami

menahanmu tetap bersamaku, hanya akan memperlambat larimu

mereka yang tak mengerti menghakimi rasaku, andai mereka tau, sudah ku coba untuk berlalu tapi hati tetap tak mau melepakan tentangmu. sudah kucoba untuk membuka hati dan memulai cerita bersamanya, tapi hati hanya ingin menjadikanmu sebagai pemiliknya.

aku menunggu sampai waktu menjawab semua tanya dan harapku. jika nanti kita tak di gariskan bersama, tak ada alasan bagiku untuk kecewa. karena melupakanmu lebih sulit, dan menunggu adalah pilihan terbaikku, sembari berdo'a dan mengadu kepada Tuhanku, sembari mengajarkan hati untuk melupakanmu.

tentangmu merupakan sebait cerita yang kuadukan kepada-Nya. nikmati hidupmu yang terbebas dariku, dan berjuanglah mencapai harapmu. aku akan menunggumu dan bertahan dalam sabar yang tak berbatas"