Rasanya baru kemarin aku mengenalmu tapi nyatanya sudah tiga tahun yang lalu awal kita bertemu. Tak perlu ku jelaskan secara rinci karna ingatan ini pun tak akan sanggup untuk menghapusnya. Bagiku kamulah pria pertama yang memberiku luka walaupun pada akhirnya aku harus jatuh hati untuk berulang kali pada hati yang sama.

Bagiku kamu adalah pria hebat yang terus mampu buatku bertahan dalam segala keadaan yang tak pasti dan membingungkan.

Sadarkah engkau? Gadis kecil yang sengaja kau abaikan ini mungkin diluar sana banyak yang menginginkannya, namun dia memilih untuk bertahan memperjuangkan mu. Sosok pria hebat nan pandai sepertimu mustahil tak bisa mengartikan segala perasaanku, jangan bersandiwara jahat terhadapku jika hanya ingin meyakinkanku bahwa dirimu tak layak untuk dicintai.

Kau tetap pesona rahasia di hati ini.

Saat itu aku hanya meminta pada Tuhan setangkai bunga mawar yang indah. Tapi Tuhan memberikanku sebuah kaktus berduri yang sangat menyakitkan. Aku pun tak kan berputus asa untuk memohon kepada-Nya.

Advertisement

Aku ingin seekor kupu – kupu yang indah namun yang kudapatkan hanyalah seekor ulat yang mengerikan. Aku berpikir bahwa Tuhan tak adil dengan ku, Dia tak mendengar semua do’a ku dan tak menyayangiku. Sama halnya dengan kau.

Seiring waktu berjalan aku melihat kaktus itu berbunga sangat indah dan ulat itu berubah menjadi kupu – kupu yang sangat cantik. Rupanya aku salah, butuh waktu dan proses, semua itu akan indah pada waktunya.

Terima kasih bijaksana, telah mengajariku bagaimana cara tuk mencintai dan bagaimana cara tuk memperjuangkan seseorang. Namun dengan kelegaan hati aku ingin melepaskanmu, bukan berarti aku berhenti mencintaimu.

Karena tak bisa disangkal bahwasanya hatimu tak ingin melepaskanku.

Jangan beritahu kekasihmu bahwa aku adalah sosok ‘Sephia’ yang mencintaimu dengan sangat baik. Aku tak kan mengejarmu lagi. Aku takkan mencarimu lagi. Karna kamu lah yang harus menemukanku.

Dariku,

Bunga yang tak kan pernah layu untukmu