Cinta datang tanpa permisi, pun sama dengan pergi yang tanpa pamit.

Beberapa pria sekadarnya hanya datang mengucap 'hello' namun berakhir dengan mengucap 'goodbye', layaknya seperti orang yang hanya sekadar lewat tanpa permisi.

Beberapa di antaranya hanya datang tuk sekadar mengajarkan bahwa cinta dekat dengan luka, setiap jatuh cinta harus siap patah hati, dan setiap yang datang bisa juga pergi setelahnya tak melulu menjadi teman hidup yang diharapkan hati.

Seorang wanita sekuat-kuatnya hanya mampu memendam rasa higga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya hanya untuk 1 pria yang sama dan tak terganti, mampu memendam rasa sakit dengan berkata 'tidak apa-apa, aku baik-baik saja", hanya mampu itu, namun kebanyakan pria tak pernah menyadari bahwa ada ketulusan didalamnya.

Selemah-lemahnya wanita adalah hanya bisa menunggu, menunggu dilamar, menunggu dipersunting, dipinang, dan seterusnya. Kadang jaman pacaran aja, nunggu ditembak juga. The lady is waiting.

Advertisement

Doa yang setiap malam dipanjatkan kepada Sang Empunya Hidup hanya untuk pria yang dicintai pun tak pernah terdengar oleh pria yang di doakan, namun doa nya tak pernah berhenti, tak pernah putus, cinta nya tak akan pernah padam terkecuali jika luka tengah tertanam dan membabat habis perasannya, menghambarkan rasanya.

Langit tak perlu menjelaskan bahwa ia tinggi, pun sama bahwa doa yang terpanjatkan tak perlu diutarakan.

Kepada pria yang dulunya tak pernah terpikirkan, kini justru melekat di pikiran, enggan hilang dari ingatan.

Aku mewakili wanita lainnya tuk menjelaskan semua wanita yang mencintaimu kelak hanya ingin kau halalkan. Mengharap menjadi satu kesatuan dalam jalan yang halal, menjalin hubungan yang sah, dan tak ada yang ingin hubungannya menjadi buah bibir yang yang buruk oleh orang-orang lain. Benar bukan? Bukankah setiap orang menginginkan hubungan yang baik dengan pasangannya, dan kemudian kelak juga ingin berujung yang baik juga? 🙂

Meski tidak ada pribadi yang sempurna, tidak ada wanita atau pria yang sempurna. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kelemahannya tersendiri, namun setidaknya berusahalah memperbaiki dan menyempurnakan pasangan kita dengan apa yang kita punya, apa yang kita miliki hingga mampu menutup segala kekurangannya, bukan malah meninggalkan karna mencari yang lebih, lebih dan lebih lagi.

Takkan ada habisnya, maka akan lucu sekali jika meninggalkan seseorang hanya karna telah menemukan yang lebih baik dari pasangan sebelumnya, lalu pada kemudian hari nya yang didapatkan adalah kesadaran bahwa ternyata dia pun sama tidak sempurnanya dengan pasangan kita yang dulu.

Lama tidaknya hubungan yang tengah terjalin, yang dibutuhkan wanita tetap sama yaitu kepastian. Kepastian akan hubungan itu sendiri akan berlanjut atau berakhir, waktu yang perlahan berjalan sambil menyelami sedikit demi sedikit karakter pasangan yang lama-lama terkupas dan terbuka semuanya mampu mengambil andil yang besar pada keputusan tuk hubungan itu sendiri.

Mereka yang gemar bermain pun kelak akan lelah bermain-main melulu, mereka yang gemar menjelajah hati pun kelak akan lelah dan ingin berhenti, pada akhirnya pun sama bahwa setiap orang kelak akan singgah dan tinggal menetap pada satu hati yang diyakininya dapat menjadi teman hidup sampai akhir hayatnya.

Kelak setiap orang ingin yang dicintainya kelak menjadi jodohnya, meski Tuhan dan takdir yang lebih tahu dan lebih berkuasa atasnya. Jika saja cinta berpendapat sama dengan takdir, percayalah Tuhan takkan memisahkan meski hanya sesenti.

Kini saatnya memperbaiki diri serta menyiapkan hati untuk jodoh yang tengah menanti dipertemukan oleh diri pada saatnya nanti, pun jika memang telah bertemu, tetaplah perbaiki diri lagi agar bisa menjadi pendamping hidup yang baik pula tuk pasangannya nanti, sehingga kita yang wanita tak sekedar hanya "dihalalkan" oleh prianya saja.