Kehilangan seseorang yang kita cintai memang sangat menyakitkan. Jika aku ceritakan, mungkin air mata ini kembali menetes dengan derasnya.

Apakah kau tau bagaimana rasa sakitnya kehilangan mu saat itu?

Untuk kembali bangkit dari rasa sakit karena patah hati memang tidak mudah. Hanya wanita hebat yang mampu melewati masa-masa sakitnya patah hati, apakah aku salah satu dari wanita hebat itu?

Semenjak dia pergi, aku merasa sangat kecewa.

Ditinggalkan, dibuang, bahkan dilupakan dia yang ku cinta sangat membuatku seakan tak percaya bahwa cinta itu indah.

Advertisement

Hari semakin cepat berlalu, luka dalam hatiku masih saja terasa. Ingatanku masih selalu tentangnya, tentang dia yang pergi tanpa pamit untuk memilih wanita lain dari pada aku.

Salah satu kalimat yang selalu ku ingat dari seorang temanku adalah,

Jika dia mencintai mu, dia tak akan pergi meninggalkan mu.

Kalimat itu menjadi awal untuk diriku bangkit dari luka ini, mencoba menerima dengan ikhlas tanpa ada rasa dendam sedikit pun.

Perlahan aku membuka mata dan pikiran ku bahwa “Sebelum aku bertemu dengannya hidup ku baik-baik saja, dan kini saat dia tak lagi di samping ku, harusnya aku tetap baik-baik saja

Aku sangat menikmati prosesnya, ternyata ini adalah cara Tuhan untuk mendekatkan diri ku kepadaNya.

Aku selalu mencoba untuk melupakan rasa sakitnya patah hati, mengikhlaskan kepergiannya, menghilangkan rasa dendam ku kepadanya dan berusaha untuk berdamai dengan masa lalu ku. Aku benar-benar menikmati setiap prosesnya, kerena itu bukan hal yang mudah.

Setelah aku berhasil melupakan rasa sakitnya kehilangan, banyak sekali kebahagiaan lain datang menghampiri hidupku. Aku bisa lebih dekat dengan Tuhan ku, aku punya banyak waktu bersama orang tuaku, keluarga ku, teman-teman ku, dan aku selalu di pertemukan dengan orang-orang baik.

Dia memang tidak pantas untuk aku cintai apalagi untuk aku perjuangkan, kini aku menikmati kesendirian ku untuk mewujudkan mimpi-mimpi baru yang sudah aku siapkan untuk masa depan ku. Hidup ku jauh lebih bahagia tanpanya.

Terima kasih Tuhan atas Cinta-Mu kepada ku.

Aku percaya buah dari kesabaran itu indah, akan ada pelangi setelah hujan.

Dan saat ini, "Aku menikmati proses melupakan rasa sakit hati sejak kehilangan dia"