Aku menunggumu diujung jalan tempat kita akan memecah rindu. Tempat dimana seluruh kebahagiaan bersemayam. Tempat terindah yang menjadi tujuan akhir dari sebuah perjalanan panjang.

Langkah kaki itu kini sedang berjalan menyusuri tiap setapak yang ia temui. Menembus lorong ruang dan waktu untuk sampai ditempat yang dituju. Berjalan ditengah terik matahari yang menyilaukan tapi tidak menjadikan alasan untuk ia berhenti. Menyimpan setiap harapan pada jejak langkah yang ditinggalkan agar kelak ia dapat menyusurinya kembali.

Hembusan angin, lirih menyanyikan kisah ini. Kisah tentang langkah kaki yang berjuang untuk rindu yang menggebu, dan langkah kaki yang berjuang memenangkan restu. Untaian makna yang tercipta disini adalah jejak yang sengaja ditulis agar kelak dapat mengenang tidak mudahnya perjalanan itu.

Aku sekarang sedang menunggumu diujung jalan, dengan hati yang terus bergejolak menanti pertemuan yang diharapkan. Perjuangan dan jarak yang kita jalani sekarang mengajarkanku tentang esensi dari rindu. Membawa namamu dalam doaku-doaku, dalam sujud panjang malamku, pada setiap langkah hidupku dan pada cinta yang selalu.

Jika pertemuan langkah kaki itu nyata akan ku ajak kau melukis indahnya dunia bersama, menikmati pagi dengan embun yang enggan berpaling dari dedaunan, harum aroma tanah saat rintik hujan turun dan senja dengan sejuta pesonanya.

Advertisement

Terimakasih telah bersedia memperjuangkan cerita ini. Teruslah melangkah hingga jarak yang sekarang sejauh matahari ini kelak menjadi sedekat nadi. Aku akan menunggu dan meyambutmu di dermaga penuh kebahagiaan.