Aku senang kita bisa bertemu kembali setelah sekian lama kita tidak bertemu. Sudah puluhan tahun kita tak bertemu, namun kita akhirnya bertemu di momen yang baik dan masih dengan rasa di hati yang sama. Aku bahagia atas kehadiran dirimu, begitu juga kamu. Diapun di sana sudah bisa berubah ke arah yang lebih baik dengan kehadiranku di kehidupanmu sekarang.

Demi kebahagiaan kamu dan dia, usap air mata dan kesedihanmu. Percayalah, semua akan kembali seperti dahulu kala di saat aku belum hadir, bahkan lebih baik dan bahagia dari sebelumnya. Percayalah.

Aku yakin kamu bahagia bersamanya di sana. Ada sakit yang memang luar biasa terasa saat kamu bercerita bahwa dulu waktu itu kamu berlinang air mata saat kabar dariku tak kunjung tiba, dengan sangat terpaksa kuikhlaskan apa yang sudah terjadi saat ini.

Iklas memang mudah diucapkan namun berat dijalankan, namun aku akan belajar seiring berjalannya waktu.

Cinta memang tidak harus selalu memiliki, terkadang kita harus mengalah demi kebahagiaan dari orang yang kita cintai.

Advertisement

Sejak kepergianmu, memang menjadi beban tapi aku harus terus berjuang mengembalikan separuh hatiku yang sudah terlanjur bersemayam di hatimu karena sekarang kamu telah bahagia bersamanya dengan kehidupanmu yang baru.

Aku menjauh darimu bukan karena sudah melupakanmu, aku menjauh demi kebahagiaanmu yang selama ini kamu nanti, yang tidak kamu dapatkan dari aku.

Dari percakapan kita, dapat kutangkap kabar bahwa kini kamu lebih bahagia.

Kamu dan aku hidup di lingkungan pertemanan yang sama. Jadi mau tak mau harus terhubung dalam banyak suasana. Kita mencoba senormal mungkin di hadapan orang lain, meski hati perih sendiri saat kita tak sengaja bertatap mata.

Bukan aku menyerah, tapi bagiku melihatmu bahagia sudah cukup. Karena sejak dulu bahagiamu yang selalu kuperjuangkan, dengan ataupun tanpa aku.

Dari aku, yang kini bahagia atas kebahagiaanmu