Apa kabar kamu?

Beratkah hari-hari yang kamu jalani akhir akhir ini? Atau justru kau sangat menikmatinya, hingga aku merasa kau begitu sibuk atau justru kau masih berkutat dengan teori dan buku yang membuatmu terjaga sampai dini hari. Harapanku semoga kamu dan apa yang sedang kamu usahakan berjalan mulus tanpa hambatan yang berarti, dan tenang saja kamu mempunyai pemohon doa yang lumayan handal untuk hanya sekedar berdoa demi kebaikanmu.

Aku termenung di sudut ruangan yang menjadi tempat favoritku untuk melamun, pagi berganti terik, senja malam dan begitu seterusnya tapi rinduku? Rinduku tak pernah berganti tetap kamu, dan akan selalu kamu yang bertahta disana. Entah mengapa ternyata rindu sekejam ini menguasai setiap ruang gerakku, selalu terbayang senyummu di sana

Seandainya nanti kita sudah berjumpa, ingin ku ceritakan semua rasa rindu yang mebuncah ke udara yang walaupun sesekali aku akan uring-uringan sendiri menunggumu sejak sibukmu itu. Melihat kuatnya keinginanku bercerita, justru sepertinya kelak pertemuan kita aku hanya ingin diam, aku hanya ingin mendengar ceritamu dan memandangi setiap detail wajahmu yang terlihat lelah sebab urusan dunia yng memaksamu untuk sedikit berfikir keras, dan aku akan mendengarkan dengan seksama ceritamu sembari bersandar di pundakmu yang merupakan tempat ternyaman bagiku.

Sampai hari itu tiba, aku akan mencoba bersabar lebih dulu, karena aku yakin semesta sedang berjingkat mengusahakan pertemuan kita di suatu hari paling sempurna. Yakinlah kita akan segera dipertemukan. Karena aku tau kita sebenarnya adalah dua manusia yang sedang berjuang di arena pertarungan serupa, hanya saja di tempat yang berbeda, kau berjuang menjaga mata dan aku di sini mencoba sekuat tenaga membentangi hati sampai kau tiba.

Advertisement

Beragam godaan tentu saja pasti ada, tapi kita percaya toh kamu telah meyakinkanku tak ada yang perlu di khawatirkan bukan, karena di antara kita sudah terjalin komitmen yang kuat untuk membatasi emosi liar kita ,kita juga sudah terbilang dewasa untuk mengatasi hal kecil seperti ini, kita tau mana yang seharusnya dan tidak kita lakukan, akupun meyakini kita mampu menjaga itu semua.

Aku tau memang bukan penjelasan panjang lebar , ataupun kata kata manis yang mampu mengobati segala rindu yang begitu membuncah, karena obat rindu paling mujarab ya hanya bertemu, tapi tenang saja bahwa semua perasaan yang belum kita luapkan ini akan menemui muaranya. Menjumpai akhir yang kita tunggu dengan sebuah pertemuan. Ya aku hanya ingin bertemu denganmu dan menuntaskan rindu.

Dan saat pertemuan itu tiba kita akan saling menatap dengan penuh isyarat, akan ku katakan segala hal yang ingin ku katakan, tenanglah aku tak akan repot membahas sedang apa jika kita tak saling bertemu, sebanyak apa orang lain berusaha keras menggoda kita atau segala hal yang membuat kita menguras emosi, walau kadang aku merasa cemburu namun aku akan berusaha sekuat mungkin untuk berdamai dengan masa lalumu, toh perasaan cemburu itu wajar bukan? Semua orang pasti mengalaminya, bukan ! bukan, karena aku tak mempercayaimu, mungkin ini hanya perasaan sensistifku karena aku begitu merindukanmu dan ku harap kau bisa memakluminya.

Tapi di balik itu semua aku hanya ingin mengatakan padamu aku merindukanmu, aku merindukan segala hal tentangmu, rindu hanya sekedar menghabiskan senja bersamamu, rindu menikmati secangkir teh di sudut ruangan, rindu menikmati jalan raya yang begitu riuh, ingin ku katakan sekali lagi aku sangat merindukanmu sayang, semoga kita lekas bersua untuk menuntaskan rindu.