Manusia kadang dibutakan oleh harapan, oleh sebuah angan yang sebetulnya bisa saja digapai tapi mengorbankan banyak hal dan perasaan. Terkadang manusia juga lupa terlalu tinggi meloncat pada langit, tapi tak sadar pada apa dia mendarat. Tak ada tadahan yang membuatnya memantul kembali ke atas, malah sering kali alas keras menjadi tempat yang menyambut kita dari angan tinggi dan jatuh pada kenyataan yang kalut dan kecut.

Sempat, atau bahkan sering tak habis pikir. Mengapa manusia “menciptakan” masalahnya sendiri, begitu rumit, kompleks, tapi lupa apakah ada obat yang dapat menyembuhkannya? Kadang juga manusia “menyesatkan” dirinya pada sebuah perasaan tapi lupa jalan pulang.

Apa hidup sejahat itu?

Sudah tahu hidup itu teka-teki, perlu banyak posibilitas untuk memecahkannya, tapi kenapa kadang manusia begitu yakin terhadap sebuah pilihan? Yang padahal belum ada di kepalan tangan, atau bahkan yang sudah memberi sinyal kalau hal itu tidak akan baik untuk menjadi miliknya?

Siapa bilang “nothing is impossible”? jangan terlalu gegabah, ah! Untuk beberapa hal sakral, Tuhan sudah tahu mana yang harus menjadi keputusanNya tanpa keterlibatanmu. Jodoh, misalnya.

Advertisement

Manusia itu memang lucu, pada beberapa kesempatan mereka terlihat begitu angkuh, tak berselang lama, mereka menjadi rapuh. Mereka mengejar satu kebaikan, dan mengabaikan seribu kebaikan lain. Tentu saja semua harus diperjuangakan, tapi rajinlah menengok kapasitas dan pembawaan diri. Ajaklah dirimu untuk tidak cengeng! Dan juga tidak membuat orang lain cengeng! Fokuslah pada apa yang sudah semestinya, tak perlu memaksakan untuk yang menghasilkan lelah dengan bumbu kesia-siaan, meski yaaa memang semua memiliki nilai ajar untuk kehidupan.

Untukmu, aku menyerah, aku cukup mengalah untuk menyapa dan berteman dengan rasa tabah. Jika kamu bagian dari masa depanku, maka tenang, suatu saat pasti ada yang kembali. Entah itu wujud dari jasadku, atau hanya berita baik dari orang yang kamu sia-siakan. Terima kasih! Aku bisa belajar banyak untuk melatih batin, aku cukup kuat untuk pamit dan memperbaiki waktu lebih cantik.