Jatuh cinta adalah hal yang sangat wajar dan pasti kita semua pernah merasakannya. Jatuh cinta itu sangat sangat sederhana. Kita hanya tahu tiga hal saat kita jatuh cinta yaitu “aku cinta kamu, aku nggak tahu kenapa aku cinta sama kamu, dan aku mau ngelakuin apa aja demi bikin kamu bahagia”.

Jatuh cinta yang sebenarnya didasarkan oleh rasa “nyaman” saat kita bersama orang tersebut. Iya, memang sesimpel itu tapi sulit untuk mendapatkannya. Semua orang pasti menginginkan seseorang yang benar-benar pantas untuk dirinya. Untuk mendapatkannya butuh suatu perjuangan. Kita harus membuat diri kita pantas di mata orang yang kita cintai itu agar dia mau menerima cinta kita.

Memantaskan diri memang tidak semudah kedengarannya. Terkadang orang yang kita cintai belum tentu memiliki perasaan yang sama seperti yang kita rasakan sehingga kita membutuhkan yang namanya perjuangan untuk mendapatkan cintanya. Saya pribadi yakin kalau cinta itu bisa datang kapan saja dan mungkin cinta itu bisa datang ketika kita memperjuangkannya.

Untuk memantaskan diri kita untuk seseorang yang kita cintai, kita memerlukan pondasi dan dasar yang kuat yang disebut “tekad”. Tekad ini akan membantu kita untuk dapat memantaskan diri untuk seseorang tersebut karena dengan tekad kita akan kokoh sampai kita mendapatkannya. Apa isi tekad itu? Isinya adalah aku harus bisa mendapatkannya. Kenapa? Karena aku tau saat aku mendapatkannya semua perjuanganku akan terbayar oleh cintanya dan aku akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih. Menurut saya, tekad ini adalah hal paling pertama yang dibutuhkan saat kita ingin memantaskan diri kita untuk seseorang yang kita cintai. Setelah kita memilikinya, barulah kita dapat memulai usaha kita untuk memantaskan diri dan berjuang untuk seseorang tersebut.

Saat kita telah memulai perjuangan kita untuk memantaskan diri, kita juga butuh yang namanya “kesabaran”. Kenapa? Karena cinta itu juga butuh waktu dan tidak semuanya bisa didapatkan dalam waktu yang singkat. Memang pada kenyataannya ada juga orang yang dengan sangat mudah dan sangat cepat untuk mendapatkan seseorang yang dia cintai, namun itu tidak berlaku untuk semua orang. Mungkin untuk sebagian orang butuh kesabaran untuk dapat mendapatkannya karena memerlukan waktu yang tidak singkat. Mungkin ini terjadi karena kita memiliki banyak kekurangan yang belum dapat di terima oleh orang yang menjadi sasaran kita. Oleh sebab itu, memang dibutuhkan kesabaran yang lebih bagi kita untuk dapat memantaskan diri untuk seseorang tersebut.

Advertisement

Memantaskan diri itu adalah pilihan. Biasanya pilihan itu akan menjadi sangat diperlukan ketika kita jatuh. Dalam perjuangan kita memantaskan diri untuk seseorang yang kita cintai, kita pasti banyak mengalami jatuh bangun. Saat kita terjatuh kita dapat memilih untuk tetap terjatuh atau bangkit dan berjuang kembali. Contoh yang membuat kita jatuh saat memperjuangkannya adalah misalnya saat kita berbuat suatu kesalahan lalu dia marah dan mulai menjauhi kita. Kita dapat memilih untuk membiarkannya seperti itu atau datang meminta maaf dan mungkin memberi hadiah kecil sebagai ungkapan kata maaf kita sampai dia mau memaafkan kesalahan kita dan hubungan tersebut dapat dilanjutkan kembali.

Atau contoh yang lebih sakit lagi, yaitu “ditolak”. Saat kita telah mengungkapkan perasaan kita kepadanya kita malah mendapatkan tolakan yang menyatakan bahwa dia tidak merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan. Apa yang akan kita lakukan setelah itu? Kebanyakan orang pasti akan terjatuh dan tidak berusaha untuk bangkit lagi. Mereka akan memilih untuk berhenti memperjuangkannya. Namun itu tidak berlaku bagi orang yang dari awal sudah memiliki tekad, kesabaran, dan pilihan yang kuat.

Biasanya orang yang memiliki tekad, kesabaran, dan pilihan tidak akan terjatuh semudah itu. Ketika kita sudah memulai suatu perjuangan maka selesaikanlah dengan baik. Saya sendiri pernah mengalami penolakan dan saya lebih memilih untuk bangkit lagi dan memperjuangkannya daripada menjauh dan mencari yang lain. Kenapa? Memang di dunia ini sangat banyak wanita, dan tidak sedikit yang mungkin lebih sempurna dari dia. Yang lebih baik, lebih cantik, lebih pintar, dan lebih segalanya dari dia memang banyak, namun tidak semua yang dapat membuat saya merasa nyaman seperti saat bersamanya. Tidak semua orang yang dapat membuat kita tertawa dan dapat membuat kita semangat dalam menghadapi sesuatu. Kita juga dapat memilih siapa yang pantas kita perjuangkan dan siapa yang pantas untuk kita tinggalkan, karena di setiap pilihan yang kita buat pasti ada yang terbaik di antaranya dan yang terbaik itulah yang patut kita perjuangkan.

Ada cara lain yang dapat kita lakukan untuk dapat memantaskan diri dan mendapatkan orang yang kita cintai. Kebanyakan orang pasti akan memantaskan dirinya dengan mengubah dirinya menjadi pantas di mata orang yang dicintainya. Misalnya karena kita miskin maka kita berusaha untuk menjadi kaya agar dia dapat menerima kita karena sekarang kita sudah tidak miskin lagi. Atau karena kita jelek kita akan berusaha berdandan, memakai alat kecantikan, berolahraga, fitness, dan lain lain agar kita tampak lebih tampan atau cantik di mata orang yang kita cintai. Itu semua adalah hal yang sangat wajar. Namun apakah kalian tau kalau ada cara lain untuk dapat memantaskan diri selain mengubah diri kita? Apakah itu? Kita dapat melakukan dengan cara sebaliknya, yaitu dengan mengubah pemikiran dan sudut pandang orang yang ingin kita dapatkan.

Misalnya mungkin kita kurang pantas baginya karena kita miskin dan dia berpikiran bahwa harta dapat membuatnya bahagia. Bila seperti itu, kita harus dapat meyakinkannya bahwa harta itu bukanlah segalanya. Terangkan kepadanya bahwa cinta yang kita miliki bahkan dapat membuatnya bahagia lebih dari harta yang diinginkannya. Atau mungkin dia menganggap kita kurang pantas baginya karena kita kurang tampan/cantik di hadapannya, maka tunjukkanlah kecantikan hatimu yang dapat menutupi kejelekan wajahmu. Dengan cara ini, kita dapat membuat diri kita pantas di hadapan orang yang kita cintai tanpa mengubah diri kita dan menurut saya cara ini lebih baik karena cara ini akan menumbuhkan rasa cinta yang sebenarnya yang dapat menerima setiap kekurangan kita.

Semua hal yang kita lakukan dalam memantaskan diri untuk seseorang yang kita cintai sebenarnya adalah sebuah kesia-siaan. Semua itu adalah sebuah kesia-siaan apabila kita melupakan Tuhan dalam mengejarnya. Sebelum kita memantaskan diri untuk sesorang yang merupakan ciptaan-Nya, sebaiknya kita terlebih dahulu memantaskan diri dihadapan pencipta-Nya. Sebesar apapun cinta kita terhadap seseorang tidaklah boleh lebih besar daripada cinta kita kepada Sang Pencipta.

Percayalah, Ia akan memberikan kepada kita orang yang kita cintai apabila kita sudah terlebih dahulu mencintai-Nya. Tuhan akan mempermudah setiap langkah kita untuk mendapatkan orang yang kita cintai apabila kita memang bersungguh-sungguh.

Sekian tips dari saya dalam memantaskan diri untuk seseorang yang kita cintai. Semoga tulisan saya ini dapat membantu dan memberikan motivasi untuk para pembaca dalam hal memantaskan diri. Kuncinya adalah kita harus tetap yakin, sabar, bertekad dan jangan lupakan Tuhan dalam mendapatkan sesuatu hal apapun.