Cinta, ya cinta. Terkadang cinta menjelma dalam berbagai rasa. Ada rasa bahagia yang menghadirkan tawa, ada luka yang terasa menyakitkan, ada rasa rindu yang terkadang menyiksa, ada rasa sayang yang membuat segalanya sempurna dan ada juga tangis yang bisa membuat seseorang merasakan bahagia, tapi ada juga yang merasakan luka.

Dari semua rasa cinta itu aku sudah merasakannya. Mulai dari bahagia hingga hadirnya luka. Aku pernah jatuh cinta yang kemudian ditinggalkan, aku pernah jatuh cinta tapi kemudian diduakan, aku pernah jatuh cinta namun dikhianati dan aku pernah jatuh cinta tapi tak pernah dihargai.

Aku merasa terpuruk dan menyalahkan diri sendiri, “Apa yang salah denganku? Kenapa aku selalu ditinggalkan? Kenapa aku selalu diduakan? Kenapa aku selalu dikhianati? Kenapa semua ini harus aku rasakan lagi dan lagi? Kenapa aku harus jatuh cinta jika hanya untuk merasakan sakit?”

“Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam."

Butiran Debu – Rumor”

Aku sudah pernah jatuh berkali-kali untuk merasakan cinta. Aku jatuh bangkit lagi, jatuh lagi dan terus mencoba bangkit lagi. Terkadang aku terus bertanya dalam hati, Harus sampai kapan aku merasakan rasa sakit yang terus terulang? Aku juga ingin merasakan bahagia mencintai seseorang tanpa harus aku tersakiti.”

Advertisement

Namun di balik semua yang telah aku alami, akhirnya aku pun tersadar dengan keyakinan, “Tuhan tidak akan memberikan suatu cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya”. Dengan keyakinan tersebut aku mulai berpikir jernih untuk mulai bangkit kembali karena ada begitu banyak hikmah setelah semuanya terjadi. Tuhanku tahu aku mampu menghadapi semua ini. Tuhanku sedang mengajarkan aku bahwa rasa sakit ini tidak sebaiknya aku berikan kepada pasanganku kelak karena aku sudah tahu bagaimana rasanya disakiti oleh seseorang yang kita sayangi.

Dan Tuhanku juga pasti sudah tahu bahwa aku wanita kuat dan sabar yang mampu mengikhaskan segala rasa sakit itu dan membalasnya dengan memberikan senyuman yang paling tulus untuk seseorang yang pernah melukaiku.

“Pria yang baik untuk wanita yang baik, begitu pula sebaliknya”

Mungkin saja saat ini Tuhanku sedang rindu, ingin aku lebih dekat dengan-Nya hingga aku diberikan ujian, apakah cintaku pada-Nya lebih besar daripada cintaku pada makhluk-Nya? Karena sesungguhnya Tuhan pun tak mau diduakan rasa cinta-Nya.

“Mungkin inilah cara Tuhan mengatakan padaku bahwa dia bukan yang terbaik dan Tuhanku pasti telah menyiapkan seseorang yang masih harus ku tunggu kehadirannya”

Saat ini aku hanya perlu bangkit, memantaskan diri, berdoa, berusaha dan terus mendekat pada sang Ilahi. Karena hanya Dia yang Maha Tahu, Dia yang tahu siapa yang pantas untuk masa depan kita. Kita hanya perlu merayu Sang Pemilik Hati agar diberikan pendamping terbaik yang selalu membimbing kita ke jalan dan Ridho-Nya.

Tuhan mempertemukan untuk suatu alasan.

Entah untuk belajar atau mengajarkan.

Entah hanya sesaat atau selamanya.

Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya.

Akan tetapi tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut.

Lakukan dengan tulus meski tak seperti apa yang diinginkan.

Tak ada yang sia-sia, karena Tuhan yang mempertemukan.