Ketika hujan datang terkadang ada beberapa orang yang kecewa dan mengeluhkannya.

Kecewa karena mereka tak dapat pergi keluar, kecewa karena mereka tertahan di suatu tempat dan tidak bisa segera pulang, kecewa karena baju yang sudah mereka cuci tak dapat kering.

Aku pun pernah menjadi bagian dari beberapa orang itu, mengeluhkan hujan yang turun. Tetapi bukankah sebaiknya tidak seperti itu? bukankah kita tidak boleh mengeluhkan hujan yang turun karena hujan adalah anugerah, justru kita dianjurkan untuk berdoa ketika hujan turun.

Iya, aku semakin menyadari hal itu karenamu. Kamu membenci mereka yang mengeluhkan hujan, aku pernah mendengarmu menegur mereka yang mengeluh ketika hujan turun.

Aku pun menjadi mencintai hujan, bukan hanya karena mu, tetapi karena hujan itu sendiri.

Advertisement

Karena hujan pernah menahanmu, menahan kita,

karena hujan pernah membuatmu duduk lebih lama disampingku,

karena hujan pernah membuat kita tertawa lebih lama,

karena hujan pernah membuatku mendengar suaramu lebih lama,

karena hujan pernah menjadi alasan untuk kita tetap meneruskan obrolan.

Iya, aku sangat mengingatnya, ketika itu kita sama-sama sedang menunggu dan asyik dalam obrolan. Tentu saja bukan hanya ada kita berdua tetapi ada beberapa teman juga disana, dan ketika obrolan kita mulai telah habis, dan sudah tidak lagi ada alasan untuk kita tetap berada di tempat itu, sudah tidak ada lagi yang kita tunggu, hujan pun turun dan mau tidak mau kita menunggu hingga hujan reda untuk keluar dari tempat itu. Obrolan dan tawa pun mulai kembali dan semakin hangat.

Dan ternyata itu bukan sekali saja, beberapa kali keadaan seperti itu terjadi dan aku selalu mengingatnya. Karena moment bersamamu adalah moment yang tak mungkin ingin aku lupakan, sekecil apa pun moment itu.

Semenjak itu aku semakin mencintai hujan dan aku semakin menyadari bahwa daripada mengeluhkan hujan, masih banyak yang bisa di syukuri ketika hujan turun, salah satunya adalah kamu.

Hujan tahu itu, hujan tahu jika aku tak ingin kebersamaanku denganmu cepat berlalu, hujan tahu jika aku selalu ingin lebih lama didekatmu.

Hujan tahu, walaupun kamu tidak pernah tahu.