Tanpa kusdari, Aku mulai memayungimu sedangkan Kamu memayungi orang lain. Pertemuan singkat kita sangat membuatku nyaman didekatmu, sehingga Aku lupa bahwa Kamu bukan milikku.

Aku masih di sini, berdiri di tempat yang sama dengan perasaan yang sama. Walau kamu sudah menemukan payungmu sendiri, entah mengapa aku masih menanti kamu untuk memutar balikkan badanmu, dan menerima payungku. Entah mengapa aku merasa hidup ini berat, mengapa kamu memilih payung bersama dia bukan aku? Apakah payungku kurang indah, kurang besar untuk memayungimu?

Walaupun Kamu tak pernah tahu perasaanku yang sebenarnya padamu, walaupun kamu tak pernah sadar aku selalu berusaha untuk memayungimu, aku masih tetap di sini dengan perasaan yang sama. Walau pahit aku harus melihatmu bersama dia, dengan dia payung yang kamu pilih, aku akan tetap di sini menanti harapan yang tak kunjung datang.

Aku selalu berusaha memayungimu, melindungimu dari jahatnya panas, melindungimu dari kerasnya hujan. Tapi, apakah kamu pernah sadar sedikit saja bahwa aku mencintaimu? Sadarkah kamu aku tidak ingin kamu terluka oleh hujan atau pun panas. Apakah payung yang kamu pilih bisa melindungimu seperti aku yang sangat melindungimu? Walaupun kamu tak pernah tahu, aku mulai nyaman dengan pertemuan kita, aku mulai mencintaimu, dan aku tidak bisa lagi memayungimu.