“Bagaimana kabarmu sekarang ?”.

“Sudah lebih baik kah?”.

Ah tentu saja aku sudah tau jawabannya. Aku akui, aku egois, karena aku menangis ketika mendengar sekarang kau telah berdua, maafkan keegoisan ini, maafkan aku yang belum bisa melupakanmu sampai saat ini, bahkan kenangan tentang kita masih lengkap tersimpan di memori otakku.

Ya, bagaimana kita bertemu kala itu, saat kau menatapku dengan tatapan angkuhmu, yang justru membuatku ingin sekali mengenalmu. Bagaimana kau menjawab pertanyaanku dengan cueknya. Ah sudahlah semua sudah berlalu, walaupun jujur sedikitpun aku tak mampu beranjak dari kenangan itu. Mungkin hanya aku yang mengingatnya, aku yang sampai sekarang masih menyimpan rasa, masih tertata dengan rapi di pikiranku.

Ketahuilah tujuanku menulis ini bukan untuk memintamu agar kau kembali padaku, aku tak seegois itu. Aku tau ini yang terbaik untuk kita, kita berbeda, jika kita tetap memaksa bersama kau akan semakin terluka. Aku hanya merindukanmu malam ini, di tengah gemercik hujan, suasana dingin yang menyengat, dengan secangkir kopi di hadapanku, tentu kita pernah melewati hal yang serupa berdua.

Kala itu kau bercerita banyak hal, mulai dari teman-teman Bandmu, bagaimana masa lalumu, sampai bagaimana kehidupan keluargamu. Aku nyaman dengan suasana yang seperti itu, aku masih ingin sekali merasakan hal yang sama detik ini, saat ini. Aku tersadar ketika tiba-tiba air mataku menetes (lagi). Kau telah pergi, kau meninggalkanku dengan luka yang cukup besar dihatimu, dan kau telah bahagia dengan wanita itu sekarang, kau telah melupakan kita, aku dan kamu yang pernah bahagia bersama.

Advertisement

Andai kamu tau, aku masih tertatih sekarang, aku belum sempurna untuk berdiri sendiri, masih banyak hal yang mengingatkan tentang kita, bahkan di sela-sela kesendirianku masih terlintas kamu. Jika takdir masih mengizinkan kita untuk bertemu, aku hanya ingin melihat senyummu, senyum yang sama ketika kita pertama bertemu, dan bukan tangis kesedihan yang mengiringi perpisahan kita malam itu. Masa laluku bahagialah kamu, jalani hidupmu sekarang, biarkan aku terus berjalan dengan takdirku, aku selalu percaya akan ada kebahagiaan di depan sana meski itu tanpa kamu, dan bukan bersamamu.