Aku bahkan lupa, sudah berapa lama aku menunggumu disini, berharap ada sedikit bayangmu yang terpantul di ujung sana tanda kamu sudah pulang, namun sampai mataku lelah kamu tak kunjung datang.

Tak bisa berbohong, hingga saat inipun aku masih juga menunggumu, menutup hati dari banyak pria agar tak ada yang bisa mengisi tempat dihatiku. Aku lelah, kaki sudah mulai lemas dan mataku sudah mulai berat, namun janjimulah yang selalu menguatkan aku.

Aku sadar ini gila, tapi hanya sebatas perempuan yang selalu tergila-gila dengan mulut manismu, berkali-kali kau bohongipun aku masih menjadi pengikut setiamu.

Tapi cinta tak selamanya harus menunggu, aku sadar masih banyak yang menantiku didepan sana, cita-cita yang terbengkalai, cinta yang lebih baik dan masa depan yang sudah lama kuimpikan.

Kini sayangku, entah masih ingatkah kamu atau tidak padaku, aku sudah melepaskan, melepaskanmu dengan ikhlas, bukan karena aku tidak mencintaimu atau aku telah lelah menunggu. Tetapi karena aku sadar aku tak sebodoh itu untuk menunggumu.

Advertisement

Andai kata kamu akan kembali ketika hatiku masih bersedia, aku akan mencintaimu sama seperti dulu. Tetapi jika hati ini sudah tak lagi menyediakan tempat untukmu, ijinkan aku pergi dan bahagia dengannya. menimbun semua cerita kita dengan cerritaku yang baru.