Hey kamu! Ya kamu sayang, kamu yang ku temui 1 tahun silam tanpa sengaja Kamu yang penuh dengan cerita dan ceria Kamu yang penuh dengan gurauan canda tawa. Kamu yang penuh dengan tatapan mesra ketika menatapku Kamu yang selalu memanggilku dengan lembut dan berhati-hati. Kamu yang penuh dengan kekhawatiran kepadaku. Kamu yang sangat sering menghubungiku. Mengapa semuanya sekarang berbeda ? Kini kamu jarang sekali bercerita, wajah mu jarang sekali terlihat ceria. Kini tatapan itu berbeda, panggilan itu tak lagi terdengar lembut ditelingaku.

Kekhawatiranmu masih namun tak seperti yang dulu. Kau masih menghubungiku tapi berbeda dari yang dulu. Dulu kita mampu menghabiskan waktu ber jam-jam menggenggam hanphone ketika berada ditempat yang berbeda untuk Sekedar melepas rindu dan menghilangkan kejenuhan, tak jarang hal tak penting sekalipun kita bahas hanya untuk Sekedar melepas rindu. Tatapan mu, aku rindu tatapan itu. Tatapan yang mengisyaratkan bahwa kau ingin selalu bersamaku. Tatapan itu aku rindukan, tatapan digudang basement 1 sebuah apartement tempat dimana kita dulu bekerja.

Tatapan itu, tatapan yang membuat wajahku memerah seketika itu pula. Aku merindukan semua tentang dirimu yang dulu, meski aku tau itu semua tak akan pernah kembali sama. Aku merindukanmu, merindukan ceritamu. Aku merindukan senyummu, senyum yang kini jarang kau berikan.

Apa kamu ingat dua Februari dua ribu lima belas? Kita pergi ke sebuah tempat wisata untuk sejenak refreshing karna terlalu jenuh dengan suasana kota. Apa kamu ingat moment di bus? Kau banyak bercerita sepanjang perjalanan, kau menanyakan banyak hal dan kita saling berbagi cerita. Kamu ingat saat pertama kali kamu mencium pipi ku di bus itu, ditengah padatnya penumpang lain kamu tunjukan kemesraan itu dan saat itu aku ingin sekali memelukmu dan membisikan kata "aku sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku, tetaplah disini bersamaku".

Apa kamu ingat momen malam minggu pertama kita ? kamu ajak aku ke sebuah tempat wisata yang cukup ramai, dan ternyata kita berdua sama-sama risih dengan keramaian dan kerumunan orang yang berdesakan, dan kita memutuskan pulang namun nampaknya cuaca tak bersahabat, hujan mengantarkan kita pulang. Dan itu hujan pertama ku dengan mu.
seberapa banyak kamu ingat moment kebersamaan kita ? Kamu ingat moment ulang tahun ku? Tak ada pesta seperti mereka yang diluar sana, tak ada kue pun lilinnya, tak juga terompet dan potongan kertas kerlap kerlip yang berjatuhan tapi aku bahagia, karna kamu ada disampingku malam itu, bersamaku.

Advertisement

Kamu ingat betapa manjanya aku ketika bersandar di pundakmu? itu karena aku ingin selalu di dekatmu. Kamu tau bagaimana selalu aku mencari alasan agar bisa lebih lama di dekatmu? Kamu tau kenapa aku mengingat itu semua ? Itu semua karna kamu yang pertama melakukannya untuk ku ketika aku masih terbayang dengan pahitnya masalalu, kamu datang dan membuatku berpikir. Kenapa aku masih dihantui masalalu sedangkan kamu ada dihadapanku dengan sejuta kebahagiaan yang kamu berikan?

Tapi kini, kamu berubah. Sangat amat berubah, ada apa dengan dirimu ? Adakah yang kini mengisi hatimu dan menggantikan aku ? Aku sadar dengan semua kesalahanku, itukah yang membuatmu begini? Jika kata maaf tak cukup untuk mengobati lukamu karna kesalahanku lalu apa yang perlu aku lakukan ?

Aku tau tak akan mungkin kau kembali seperti dulu, tapi aku hanya minta tetaplah hangat untukku. Katakanlah jika memang ada yang menggantikan aku. Akan sangat menyakitkan jika itu terjadi, tapi apa yang bisa aku lakukan,
Tak mungkin aku terus mempertahankanmu sedang hatimu tak bersamaku. Cinta ini akan tetap untukmu,sampai kapanpun