Teruntuk kamu, masa lalu yang meninggalkan segenggam angan, tapi dengan mudahnya kau lupakan. Aku tidak bisa membalas semua rasa sakit yang pernah kau berikan padaku. Rasa-rasanya tidak sampai hati aku bisa melakukan semua itu padamu, namun, izinkan aku meluapkan semua perasaan yang sampai saat ini masih membekas dihatiku. Untuk kamu, lelaki yang pernah memberikan harapan yang sangat aku impikan.

Sudah lupakah dengan semua yang pernah kita bahas? Mungkin itu hanya sebuah guyonan sebagai pemanis obrolan kita, tanpa kamu tahu aku terlalu terbuai dengan tuturmu yang seolah-olah memberikan janji indah. Aku tahu, memang tidak semua bisa kupaksakan semauku sendiri, tanpa aku harus memikirkan perasaanmu yang mungkin sudah bercabang entah ke wanita lain yang lebih baik dariku.

Mana mungkin aku bisa mendesakmu untuk tetap menjadikanku prioritas bagimu. Aku tidak seegois itu. Wahai kamu, lelaki yang sampai saat ini masih membayangi pikiranku. Pernahkah kau beripikir, seberapa dalamnya perasaanku padamu? Aku hanya wanita yang dengan mudahnya kau pikat tanpa harus kau menebar pesonamu padaku. Dengan pikiranmu yang sederhana saja bisa membuatku menetapkan hatiku. Semoga perasaan ini tidak sampai kepada akar hati yang susah untuk dicapai. Semoga tidak akan pernah terbesit difiranku untuk mendoakanmu, agar kamu merasakan rasa perih yang aku rasakan

Mungkin banyak hal yang sangat bertentangan antara kita. Mungkin banyak ketidak cocokan antara kita, sampai kamu memutuskan untuk meningggalkanku dan juga melupakan kata-kata manis yang dulu pernah terucap. Hanya satu yang aku harap padamu. Jangan pernah lagi kamu melakukan hal yang sama seperti kamu lakukan padaku. Perasaan ini tidak untuk dipermainkan.

Aku tahu dirimu masih ingin mencari pendamping yang cocok untuk mendampingimu, tapi bukan dengan cara kamu menyakiti perasaan ini, kau seenaknya pergi tanpa pamit dengan hatiku. Tapi, aku bersyukur. Aku bersyukur karena Allah sempat memberikan aku kesempatan untuk bisa merasakan sedikit bahagia, walau hanya sebentar. Sebegitu adilnya Allah, sampai-sampai Allah tidak rela aku merasakan perih semakin dalam. Mungkin, kalau akhirnya tidak seperti ini, aku tidak akan bisa mendapatkan pelajaran seberharga yang kamu tinggalkan.

Advertisement

Teruntuk kamu, masa laluku yang indah, terimakasih atas semua pembelajaran yang kau tinggalkan. Aku tidak pernah menganggap dirimu sebagai musuh, dan rasa dendampun jauh dari perasaan yang aku rasakan. Doaku untukmu, semoga tidak ada lagi hati wanita yang kamu sakiti, yang kamu permainkan, dan kamu tinggalkan. Tetaplah menjadi lelaki hebat yang aku tahu, lelaki pantang menyerah mengejar semua impian dan cita-citamu, lelaki kuat yang selalu semangat menggapai semua gelar yang kamu inginkan. Aku sangat terinspirasi olehmu.

Terimakasih atas pembelajaran yang kamu berikan padaku. Ku ikhlaskan kau mencari wanita yang kau idamkan selama ini, doaku tak pernah berhenti mengalir untukmu,