Jantung ini kembali berdetak kencang,adrenalinku meningkat seperti aku dilemparkan ke samudra luas dari langit tak terbatas saat tanpa sengaja aku kembali melihat wajah dan senyumanmu di media sosial yang kini menjadi bagian dari yang tak terpisahkan dari kehidupanku.

Entah kenapa ,tubuhku bergetar seperti saat tak bisa aku hentikan. Bahkan dengan menarik nafas dalam dalam,tetap saja,getaran tubuhku tak bisa aku hentikan seperti saat aku sedang kedinginan dibawah suhu nol derajat. Pikiranku melayang ke zona terlarang yang sebenarnya ingin aku buang kedalam lubang hitam dan terlempar jauh ke dimensi ruang berbeda yang bahkan ilmuwan pun tak mampu untuk memperkirakan.

Oh,teriakan hatiku. Bercampur antara rasa senang dan rasa tak nyaman. Rasa ini menyatu dalam keadaan yang sungguh tak aku inginkan. Inilah sebenarnya kenyataan yang aku rasakan. Ditengah kerinduan akan dirimu yang terus berdendang tanpa pernah bisa aku hentikan. Aku merasa senang, kini dirimu telah hadir kembali walaupun itu hanya dalam media sosial. Namun, sungguh tak bisa aku bayangkan rasa sakit yang aku rasakanpun ikut menyertai kebahagian yang kini aku rasakan.

Aku bingung dengan rasa yang ada dalam diriku ini. Apakah dan bagaimanakah aku harus mengarahkan dua rasa yang sejajar sama rata yang saat ini memenuhi hati yang tak berdaya dihadapan wajah dan senyumanmu yang hanya hadir di dunia maya. Ya, begitu kuat dirimu membuat perasaanku kacau tak menentu walaupun kamu tak secara langsung hadir dihadapanku.

Lantas, bagaimana jika kamu benar benar hadir secara utuh dan nyata dalam kehidupanku? Apakah aku akan merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan saat ini? Atau justru aku akan terkapar seperti seorang manusia yang tak kuat menahan kekuatan kebesaran Tuhan.

Advertisement

Inginku teriak,tapi aku malu.inginku menangis. Tapi aku sungguh tak mampu. Lantas aku harus berbuat apa dengan rasa ini semua. Rasa yang membuatku seperti kehilaangan pijakan di bumi gravitasi ini.

Hei…

Adakah yang bisa mendengarku? Adakah yang bisa menjawab pertanyaanku? Apakah setelah sekian lama ,mengapa rasa dihati ini masih ada? Apakah ini yang di sebut dengan cinta?

Jika memang cinta,apakah benar,seperti inikah tanda tanda cinta? Ataukah ini hanya sebuah ilusi belaka??? Tapi mengapa hal ini sungguh menggila. Seakan membuatku ingin membuat hati ini saja. Melemparnya dan menggantinya dengan yang baru. Sehingga tak ada lagi kata cinta di hati untuknya yang telah memilih pergi meninggalkan cinta dan kepingan luka dihati ini. Ataukah ini semua,hanya karena kebodohanku saja?

Sehingga membuatku bertanya tanya kepada kalian semua.

aah,aku tak kuasa dengan rasa yang berkecamuk dalam dada ini walaupun hanya memandangmu di dunia maya.

Cinta memang bikin bahagia,namun terkadang menyayat hati hingga terluka tanpa daya.