Awalanya aku merasa semuanya biasa saja, dan aku pikir itu hal wajar yang dilakukannya padaku.

Dan aku pikir pergi ke pertunjukan lomba menyanyi itu hal yang biasa bukan?

Pernah dia mengajakku tapi aku tak dapat datang, karena waktu yang membuatnya. Hingga suatu hari aku ingin melihat pertunjukan itu tapi apa, apa yang terjadi dia telah tereliminasi dari pertunjukan tersebut.

Aku sedih mendengarnya belum sempat kupenuhi janjiku ternyata dia sudah gagal! Hingga suatu hari aku merasa kehilangan karena kurangnya komunikasi, kenyamanan yang ia ciptakan saat kami berkomunikasi dimedia sosial membuatku sadar bahwa aku sedang jatuh hati. Tapi sesekali aku mencoba untuk menyangkal diriku, dan aku berpikir bahwa aku tak merasakan hal yang berbeda, aku memaksa diriku untuk berpikir bahwa aku hanyalah "mengaguminya" dan berpikir bahwa ia baik "baik kepada semua orang".

Tapi semakin aku berbohong pada diriku rasa itu semakin besar, semakin aku menghindari rasa itu ia malah tumbuh semakin cepat dengan hebatnya. Sesekali ingin rasanya aku bertegur sapa dengannya tapi apa daya aku hanya wanita biasa dengan sejuta gengsi dalam diriku.

Advertisement

Hingga pada saat itu aku berhenti menghubunginnya karena aku merasa hanya aku yang memiliki perasaaN yang lebih tapi dia tidak. Tapi hari demi hari kami kembali berkomunikasi lagi hingga pada akhirnya aku merasa nyaman dan kecewa lagi. Aku berhenti lagi dan memutuskan untuk tidak menghubunginya.

Tapi, lagi-lagi kami membuka pembicaraan kembali dan berkomunikasi lagi aku semakin dekat lebih dekat dan dekat lagi. Hingga akhirnya ia berhasil membuatku nyaman nyaman dan lebih nyaman lagi. Terkadang sifatnya yang begitu amat baik membuatku sangat senang, kata-katanya yang sangat sopan berhasil membuatku terbuai hingga terkadang aku lupa dia bukan milikku.

Terkadang ia berhasil membuatku tersenyum dengan hebatnya.

Aku tak tau apakah aku penting baginya, ada atau tidakkah aku di matanya. Tapi dia harus tau bahwa di berarti di mataku, membekas di hatiku hingga membuatku begitu mengingatnya dengan sangat-sangat detail, mulai dari caranya berbicara, caranya tertawa, dan semuanya yang ada padanya begitu indah bagiku.

Hingga suatu hari aku merasa ada yang berubah lagi dari dirinya. aku tak mengerti apa maksudnya sebenarnya. Aku ingin membuatnya menjelaskan segalanya padaku tapi lagi-lagi aku tak berdaya karena aku tidak mungkin memaksakan apa yang aku mau padanya, karena aku tidak seegois itu.

Saat ini aku hanya dapat berdoa berharap semua hal indah itu tercipta pada waktunya, aku pasrah biar Tuhan dan waktu yang jelaskan segalanya padamu. Aku yakin yg baik akan bertemu dengan yang baik juga.

Dan semoga hal baik itu adalah kita.