Aku sudah bosan dengan apa yang mereka tanyakan. Kadang ada yang ku jawab, kadang ada yang ku hiraukan, tapi aku lebih suka pilihan kedua. Ini dia, setiap kali berjumpa, mereka bertanya

Mana kekasihmu? Mana yang mau kamu kenalkan pada kami? Mana yang biasa kamu panggil sayang?

Mana? Mana? Mana? Mereka bahkan bertanya sampai berkali-kali. Lagi-lagi aku menanggapinya dengan senyum, yang terpaksa tentu saja.

Kita hidup di dunia yang menganggap kesendirian adalah tabu dan malapetaka.

Tentu saja ada keinginan dalam diri untuk memiliki orang yang spesial, yang biasanya mereka sebut kekasih. Tapi untuk sekarang, aku lebih suka sendiri dan menikmati hidup. Aku tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan sesuatu, aku pernah dibuat gila dengan sesuatu yang dipaksakan.

Advertisement

Aku lebih suka mengalir, menikmati setiap arus dan gelombang dalam kehidupan. Meskipun sendiri, aku tidak takut.

Aku bukan tipe manusia pencemburu. Di saat mereka pergi dan berkencan, aku memilih diam di rumah dan chat bersama kawan-kawan semasa SMA. Aku menikmati hidup tanpa harus merasa sendiri dan sepi.

Mereka, teman-teman yang suka bertanya, tolong berikan aku kebebasan memilih! Untuk bisa berdua atau sendiri, aku hanya perlu dukungan.

Terkadang mereka mengenalkanku pada beberapa temannya, mencoba memasukkan orang lain dalam kehidupanku, aku tidak bisa! Biarkan aku memilih apa yang kuinginkan dan yang terbaik bagi masa depanku, tanpa harus kalian desak.

Kelak, akan aku perkenalkan dia yang terbaik dalam hidupku kepada kalian. Di situ kalian akan sadar, jika aku hanya ingin memilih yang terbaik dari yang terbaik.

Siapapun yang memilih sendiri dalam hidupnya, itu adalah sebuah keputusan yang sulit, sesulit memilih kekasih. Bukannya egois dan merasa diri paling benar, kami hanya menunggu orang yang tepat. Meskipun orang yang tepat itu berarti bukan sekarang, kami tetap menikmati setiap momen-momen dalam hidup.

Tanya padaku, mana kekasihmu? Akan ku jawab, dia sedang menunggu untuk dipertemukan denganku.