Hai… Aku sampai ditahap dimana aku memutuskan untuk melangkah pergi. Yaa, bukan karena apa tapi terkadang sifatmu yang membuatku ingin segera meninggalkanmu bersama keegoisanmu. Aku memutuskan pergi untuk meyakinkan diri apa benar kamu orang yang tepat, karena apa, karena aku tidak mau merasakan sakit untuk yang kesekian kalinya.

Aku pergi karena aku tahu, bukan aku orang yang kamu mau, dan mungkin aku bukanlah orang yang tepat untuk bisa terus berada disamping kamu. Aku tahu ini memang berat, pergi menjauh meninggalkan semua kenangan kita, meninggalkan kamu sendiri tanpa sebuah penjelasan. Penjelasan yang sengaja aku simpan, karena aku tahu mungkin menurutmu penjelasan ini tidak masuk akal sama sekali.

Aku memutuskan menjauh karena aku hanya ingin membuat kamu mengerti, bahwa wanita butuh yang namanya kepastian. Dan itu aku enggak dapetin di kamu, kamu terus menerus mengelak dan bahkan seolah tidak pernah ingin memberikan kepastian yang sebenarnya. Aku tahu kita hanya sebatas teman dekat, dan mungkin masih ada hati yang kamu jaga diluar sana.

Kamu tidak akan pernah mengerti rumitnya berada diposisi seperti aku. Rumitnya harus menahan sakit, rumitnya menahan tangis dan mencoba tersenyum. Menampilkan sebuah senyuman palsu hanya untuk kamu, senyuman yang mewakilkan perasaan sakit.

Akhirnya sekarang aku memilih jalan untuk menjauh, dan memilih jalan untuk tersenyum karena kini aku telah menemukan jalanku. Jalan kebahagiaan dan mungkin kamu juga sudah menemukan jalan kebahagiaan kamu sendiri. Jadi aku ingin mengatakan selamat berbahagia, jangan pernah fikirkan aku, karena aku akan baik-baik saja. Jaga diri ya.

Advertisement

Dan satu hal yang harus kamu tahu, bahwa wanita sangat butuh yang namanya kepastian. Wanita tidak suka menunggu, jadi jangan biarkan ia pergi karena keegoisan dirimu sendiri.