Bersamamu itu lebih dari sekedar menyenangkan. Aku selalu kau bahagiakan dengan caramu yang konyol. Kau genggam tanganku begitu erat tanpa lupa menjaga seisi jiwaku. Kau bukan kekasih, tapi malaikat terbaik yang Tuhan kirimkan untuk membawaku terbang mengelilingi dunia. Adanya kamu sungguh sangat Indah.

Kamu adalah hal terluar biasa Tuhan hadirkan untuk mengisi beberapa bagian dari kisahku. Membuat setiap momen berharga, penuh pelajaran dan bermakna lebih dari biasa. Begitu berartinya dirimu kadang membuatku terlalu berlebihan saat memujimu.

Bukan tanpa alasan aku mengistimewakanmu. Bagiku kau sudah lebih dari sahabat. Entah harus diibaratkan hubungan seperti apa yang tepat! Yang jelas kita sudah terlalu dekat.

Berbagi cerita manis hingga tangis. Semua hal kita saling membaginya. Bagaimana kamu yang jatuh hati hingga patah hati begitu juga sebaliknya. Bagaimana perjuanganmu mendapat gelar dan aku yang masih mengejar mendapatkan bangku kuliah. aku yang sering mengeluh dengan tanah rantau dan kamu yang ingin berontak keluar dari rumah.

Membuat hal konyol menjadi drama sinetron. Tentu hal ini adalah kelakuan kita yang paling seru, selalu berhasil kita selesaikan dengan tawa yang meledak. Betapa konyolnya kamu yang rela tidak mengisi perut hanya demi ongkosku melamar pekerjaan baru. Atau kamu yang terlalu lebay saat patah hati karena perempuanmu mendua dan aku menjadi korban untuk menemanimu seharian. hal yang paling menyebalkan saat tawamu yang berbinar menjadi sendu dan hampir menenggelamkan hidupmu.

Advertisement

Dan semua hal yang membuat kita sama. Kita hanya dua orang sahabat yang tak sengaja bertemu karena hobi yang sama, yaitu membaca. Tak pernah di sangka ada kecocokan impian dan ambisi. menjelajah dunia, menulis dan berbagi kebaikan untuk semua orang. Melihatmu seperti aku menemukan sebuah cermin untuk menilai diriku sendiri.

Tapi lucunya kita berbeda sifat walaupun sama-sama keras kepala. Aku yang lebih banyak diam dibandingkan kamu yang hobi sekali berceloteh. Atau kamu yang gila sendirian banyak gaya dan aku ibarat replica patung batu. Kamu yang mudah bosan dan aku yang tetap senang tenggelam dalam sepi.

Semua yang ku lalui denganmu membawa perubahan besar, aku yang selalu kau tuntut beradaptasi dengan sosokmu yang begitu aktif membuat aku yang pasif sedikit punya gaya sendiri. aku seperti menemukan sosokku yang lain yang lebih bahagia.

Dan dalam perjalanan kita, bukankah kita sudah sepakat bahwa cinta sejati ini sudah menjadi mitos setelah pengalaman tentang perasaan kita selesaikan. Kita sama-sama percaya hal ini, sebelum ada sesorang yang rela mati untuk kita bukan?? ini memang konyol tapi kita masih menyakini kisah romatis romeo juliet. Dan kita usaikan semuanya setelah mengakhiri hal yang membuat kita kecewa.

Lantas apa yang terjadi denganmu kali ini. Setelah tuan baik hati tiba-tiba kau sahabatku sendiri menawarkan cinta semu itu?

Kau ingin membuat permainan baru denganku atau membuat aku menjelejah lebih jauh lagi. Seperti kebiasaanmu yang memaksaku mengikuti langkah kakimu itu. Mau kau apakan perasaanku setelah kau ambil sebagian peran dalam hidupku?

Apa kau yakin, dengan hatimu itu? Bagaimana tentang mitos yang sama besarnya kita yakini?? Apa kau kira aku akan rela mati demi kamu? Aku bukan juliet masa kini!

Kau lupa aku sama egoisnya sepertimu meletakkan kepentinganku sendiri lebih dari apapun. Apa kau lupa untuk bercermin hari ini? Sampai kau lupa dengan dirimu sendiri. Bukankah aku ini ada dalam sosokmu. Dan bukankah kau membenci aku yang egoisnya kadang melebihimu.

Atau kamu yang kali ini benar-benar gila. Dan kurang piknik karena sebentar lagi akan skripsi. Aku tak pernah seemosi ini sebelumnya. Aku hanya sedikit kecewa dengan pernyataanmu itu.

Kau tahu aku sudah sangat nyaman dengan persahabatan kita yang terlanjur terlalu dekat. Aku sudah sangat nyaman dengan saling pengertian kita ataupun keterbukaan kita satu sama lain. Aku sangat menyukai hubungan kita ini. Tak ada rasa cemburu tapi saling mendukung satu sama lain, tak akan ada rasa kecewa walau sering menyakiti, tak ada hal yang merasa direpotkan dan merepotkan, kita tak perlu saling sindir atau bertengkar lebay seperti aku bersahabat dengan sahabat wanita, diantara kita tak pernah ada yang merebutkan siapa atau direbutkan siapa. Perasaan murni dan suci dari sebuah kasih yang tulus. Persahabatan yang erat lekat dan dekat.

Tapi kenapa tiba-tiba saja membuat aku terkejut hebat. Mauku kita sama seperti biasa karena setelah ini, pasti ada yang berbeda. Aku dan kamu bukankah dulu pernah saling sepakat. Kenapa kau tiba-tiba saja melompat dari kesepakatan yang tak semestinya!

Untukmu yang tak lagi sama seperti sahabatku.