"Jarak", satu kata yang menjadi momok besar dari sebuah hubungan. Dari kata sesederhana itu tersirat makna yang dalam. Tentang komitmen, kesetiaan, kepercayaan yang sepenuhnya diuji. Melaluinya, tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh pengorbanan, ketulusan dan kesabaran lebih.

Dulu aku membayangkan cinta hanya sebatas hal-hal yang indah. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata cinta tak sesederhana itu. Takdir membawaku bertemu denganmu yang harus terpisah jarak. Bukan hanya sebatas beda kota, tapi beda negara, beda benua. Ah, melihat titik-titik di peta saja terasa rumit. Apalagi senyatanya?

Tapi percayalah.Sejak kau memantapkan hati tuk melabuhkan cita-citamu di negara itu, detik itupun aku mengamini keputusanmu. Bukankah berkorban sejenak untuk kebahagiaan selamanya itu jauh lebih baik? Tak mengapa jarang bersua, selama kita tertaut doa, saling menjaga kepercayaan satu sama lain, aku yakin kesabaran kita akan berbuah manis kelak.

Mungkin kita tak bisa lagi menghabiskan akhir pekan berdua, menikmati secangkir kopi dan mendengarkan lagu favorit bersama. Tapi kita masih bisa membahas apapun berdua, tertawa bersama, bertatap mata walaupun hanya lewat screen komputer.

Mungkin awalnya semua terasa hampa, tapi kita akan terbiasa menjalaninya. Tak mudah memang membayangkan berbagai hal yang kadang tiba tiba muncul. Rasa cemas, cemburu, takut terjadi sesuatu denganmu. Tapi satu hal yang aku yakini, Allah selalu menjagamu untukku. Karena sejak kau melambaikan tanganmu di bandara kala itu, sejak itulah aku titipkan engkau padaNya. Karena Dialah sebaik baik penjaga.

Advertisement

Untukmu yang jauh disana, jaga dirimu baik baik. Akupun akan menjaga hatiku, utuh hingga kau kembali. Hari dimana penantian ini akan berujung bahagia. Sementara ini, kita bertemu dalam doa dulu. Aku yakin segala kesabaran ini, penantian ini akan terbayar lunas dengan masa depan yang indah. Insya Allah.