Maaf jika membuatmu merasa bersalah,

Percayalah ini semua hanya kesalah pahaman,

Atau bisa dikatakan kalau ini semua adalah salahku,

Salahku yang tak pernah bisa terbuka kepadamu tentang perasaan ku,

Salahku yang tak pernah mengungkapkan perasaanku kepadamu,

Advertisement

Maaf kalau bayak orang yang mengatakan kalau kamu yang bersalah, menyatakan kalau kamu adalah lelaki yang tak punya hati dan tidak peka.

Bukan !!!

Ini semua bukan salahmu, aku yang salah karena telah berlebihan dalam mengartikan perhatianmu,

Aku yang tak bisa mengontrol perasaanku,

Aku yang terlalu Baper terhadap persahabatan kita,

Aku yang terlalu egois untuk memintamu mengerti tetang perasaanku, padahal aku tak pernah berterus terang tentang itu,

Wajar saja jikalau kamu marah! Kamu mengelak jika di tuduh sebagai lakilaki yang tak peka,

Kan semua salahku, salahku yang tak pernah mengungkapkan perasaanku padamu

Berbahagialah, jangan hiraukan aku,

Jangan hiraukan aku yang hanya akan memendam rasa ini sendiri,

Dan tetap berusahan agar kau tak pernah tau,

Beri aku waktu, beri aku waktu untuk mempersiapkan ini semua,

Mempersiapkan keberanian untuk mengungkapkan semuanya,

Mempersiapkan diri untuk menerima kenyataan,

Bahwa kau tak pernah mengangpapku lebih dari seorang sahabat,

Terima kasih telah menjadi seseorang yang amat berarti,

Terimaasih untuk masih tetap menjadi sahabat, meski kau sudah berkekasih,

Terimakasih telah menyempatkan waktu untuk memberi kabar padaku,

Meskipun itu hanya beberapa bulan sekali, tapi itu cukup buatku,

cukup untukku tau kabar darimu, meskipun itu hanya sekedar “Kabarku baik, aku menikmati pekerjaanku”, “iya, hubunganku dengan kekasihku baik-baik saja”, atau bahkan jika kau bertanya tentang diriku seperti “apa kabar? Gimana kuliahnya? Apakah kau senang? Bagaimana udah punya pacar? Jaga diri baik – baik ya!”

kau tau salah satu alasan mengapa aku masih dan tetap sendiri 4 tahun terakhir ini? Itu karna kau,

mungkin semua pada bilang, “apa sih hebatnya dia? Bias apa dia? Emang dia cowo baikbaik? Gimana sholatnya? Apa dia bisa ngaji?”,, aaa.. kau tau itu pertanyaan yang paling sulit untuk ku jawab.