Lucu sekali memang perjumpaan kita yang hanya mengenal via akun social media. Kau yang awalnya tertarik terhadap tulisanku membuatmu makin penasaran dan ingin lebih jauh mengenalku. Aku terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh terhadap tulisanku. Awalnya kita hanya sekedar bercerita mengenai pengalaman yang kita rasakan. Tak pernah terfikirkan bahwa itu semua menjadikan kita semakin dekat.

Masih ingat jelas, awalnya kita saling meledek tentang pengalaman pahit yang kita ceritakan. Hingga panggilan “jomblo” merupakan panggilan sayang yang sering kita ucapkan. Perkenalan singkat itu membuat kita semakin penasaran dan memutuskan untuk bertemu. Kau yang pernah menungguku di stasiun hingga satu jam tak pernah kulihat keluh kesahmu. Kau berbeda dengan wanita lainnya. Kau tidak manja, bahkan kau siap menunggu untuk seseorang yang bahkan baru kau kenal.

Dari stasiun itu pertama kali aku melihatmu dan pertama kali aku mulai mencintaimu

Aneh memang, setiap kali melihatmu aku seperti seseorang yang tak pernah memiliki masalah. Aku terpesona dengan kesederhanaan dirimu. Dan masih ingat dalam memoriku tentang kejadian lucu disalah satu mall. Kau memesan ice cream langsung kekasir, tak kau lihat ada beberapa orang yang mengantri dan kau pun ditegur salah satu orang yang mengantri. Dengan wajah polosmu, kau pun menahan malu dan membuatku tertawa.

Singkat memang pertemuan kita. Tapi aku mencintaimu kini.

Advertisement

Tahukah kau aku mulai mencintaimu? saat kau hadir laksana mentari dikala hujan datang. akan tetapi ada satu hal yang membuatku harus menghentikan perasaan ini. Kau bercerita bahwa kau ingin dijodohkan dengan orang lain. Hancur seketika seluruh hatiku. Kau datang sebagai pengobat hati, tapi kau buat luka yang sama persis. Tahukah kau perasanku kini? Bukan tak ingin memperjuangkanmu, bukankah kau tahu kondisiku?

Terkadang memang tuhan hanya mempertemukan, bukan mempersatukan. Biarlah aku mencintaimu dalam diamku. tak perlu kau khawatir, aku jauh lebih kuat dari yang kau fikir. Walau cincin tersemat dijari manismu, ijinkanlah aku untuk tetap mencintaimu. Dan jika kelak memang kita tak bersama, kenali aku sebagai teman baik, yang pernah memimpikan satu atap bersamamu.

Dariku,

Seseorang yang pernah mencintaimu sedalam ini