Wanita. . .

Memang kadang sulit sekali untuk kita mengerti, seorang yang memiliki hati yang sangat lembut dengan kasih sayang yang sangat hangat. Namun jika tergores sedikit saja, itu seperti mimpi buruk bagi kami lelaki.

Kamu adalah salah satu wanita yang telah memiliki hatiku begitu lama. Kita telah melewati banyak hal indah dan banyak hal yang menyedihkan. Tapi sadarkah kamu yang aku sebut dengan Cinta, ketika waktu dan waktu telah kita lewati bersama, ada hal yang sangat mengganguku. Itu adalah saat dimana, ketika Aku mencoba untuk menghabiskan waktu bersamamu.

Aku selalu mencoba mendekati Kamu untuk tertawa dan berbagi cerita. Tapi saat itulah kamu cuek dengan ceritaku dan menjadikanku sebagai pendengar ceritamu. Kamu tak pernah menanggapi ceritaku, tak pernah ingin tahu dengan ceritaku. Dan ketika aku tak bercerita, kamu menyalahkanku dan berkata 'aku bosan dengan hubungan kita'.

Taukah kamu, aku selalu ingin menjadi yang terbaik untukmu.

Advertisement

Bukan berarti ketika aku mencintaimu aku harus selalu menunjukannya dengan kata-kata.

Hai Sayang.

Pernahkah kamu tau, ketika kita sedang bercanda dan kamu marah karena bercandaan aku yang kamu anggap menghina. Sungguh aku tak pernah bermaksud untuk menghinamu, mungkin selera komedi kita berbeda tapi sungguh aku tak ada niatan menghina. Aku hanya mencoba untuk selalu membuatmu tersenyum, mengertilah.

Sadarkah kamu, aku selalu menyimpan rasa sakit sendirian. Aku benar-benar tak bisa mengungkapkan rasa marahku kepadamu. Aku tak pernah menyalahkanmu ketika aku merasa sakit hati, karena aku benar-benar tak ingin kita bertengkar. Bukankah lebih baik ketika kita saling mengingatkan kesalahan masing-masing daripada saling beradu Argumen dan saling Menyalahkan. Aku menyayangimu, bahkan ketika marahpun aku mencoba untuk mengesampingkan egoisme diri sendiri dan mendengarkan amarahmu. Walaupun rasanya benar-benar sakit, tapi aku percaya itu adalah yang terbaik.

Aku mencintaimu bahkan ketika kamu mengatakan rasa sayangku sudah berbeda.

Hai kamu . . .

Tolong janganlah kamu nilai perasaanku dari beberapa kejadian saja. Perasaan yang sudah dalam hitungan Tahun ini tidak cukup jika kamu nilai dalam satu kejadian yang mungkin kamu salah dalam menilainya. Aku menyayangimu tapi dengan satu kejadian saja kamu bisa mengubah kata sayang itu dengan kata yang kasar dalam hubungan kita. Bahkan ada saat di mana janji yang kita buat sudah tak berlaku ketika kamu marah.

Aku akan selalu menyayangimu, walaupun kamu tak mengerti bagaimana aku mengungkapkannya.

Aku menyayangimu, bahkan ketika Amarah mengalahkan Logika.

Aku tetap menyayangimu, bahkan ketika Kebenaran tak berarti.

Aku selalu menyayangimu, bahkan ketika perasaanmu menganggap sebaliknya.

Percayalah

Aku benar-benar menyayangimu.