Jika pada akhirnya cinta membuatku terluka, aku bisa apa? Paling tidak sebelum terluka aku sempat merasa bahagia. Karena cinta datang secara tiba-tiba dan tanpa kita rencanakan sebelumnya. Seandainya saja cinta bisa kita rencanakan, pasti aku akan merencanakan untuk mencintai dan dicintai seseorang yang memang ditakdirkan untukku, agar aku tidak merasakan sakit hati karena cinta. Tapi kenyataannya adalah cinta datang secara tiba-tiba dan tidak akan pernah bisa kita rencanakan pada siapa kita akan jatuh cinta.

Mungkin hal itulah yang sedikit membantu menyadarkan dan mengobati rasa sakit yang ada di hatiku. Patah hati yang aku alami beberapa bulan yang lalu, masih menghantui diriku. Rasa sakit yang begitu menyiksa masih begitu terasa. Berbagai cara aku coba untuk melupakanmu, tapi apalah daya aku masih belum bisa lepas dari bayang-bayangmu. Mungkin karena diriku telah terjatuh terlalu dalam mencintaimu, sehingga membuat sakit hati yang aku rasa semakin menyiksa.

Memang dulu aku begitu mencintai dan menyayangimu. Dan sampai sekarang pun serpihan-serpihan cintaku masih ada untukmu, meski kenyataannya kamu sudah menghancurkan semuanya. Semua harapan dan impian yang selama ini telah aku rencanakan untuk membangun masa depan bersamamu, kini telah musnah bersama kepergianmu. Kepergianmu yang secara tiba-tiba membuatku tak berdaya. Mengapa kamu begitu tega menghancurkan cinta dan kepercayaan yang telah aku berikan. Tanpa memperdulikan apa yang akan aku rasakan.

Mungkin memang salahku yang tak bisa menjadi seperti yang kamu mau, sehingga kamu memilih untuk pergi meninggalkanku. Tapi apakah kamu tahu seberapa besar pengorbanan dan perjuanganku untuk membahagiakanmu? Aku sudah berusaha mati-matian untuk menjadi seperti yang kamu mau. Tapi sepertinya apa yang telah aku lakukan masih belum cukup untuk membahagiakanmu, sehingga kamu memilih untuk pergi meninggalkanku.

Rasa sakit yang aku rasakan saat ini telah menyadarkanku, bahwa ternyata cinta bisa membuatku bahagia, tapi cinta juga bisa membuatku terluka. Aku tidak pernah menyesal karena telah mencintaimu, karena cintaku memang tulus padamu. Tapi jujur, kepergianmu meninggalkanku telah melukai hatiku dan menghancurkan semua harapan dan impian tentang masa depanku bersamamu.

Advertisement

Terima kasih karena kamu pernah hadir di hidupku dan pernah memberiku kebahagiaan, meski sekarang hanya tinggal kenangan. Seandainya saja kita tidak pernah bertemu dan menjalin sebuah hubungan,mungkin aku tidak akan pernah bisa merasakan pengorbanan dan perjuangan di dalam sebuah hubungan percintaan. Justru aku bersyukur kepada Allah, karena telah mempertemukan kita meski akhirnya kita harus berpisah. Mungkin karena kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama.

Saat ini aku hanya ingin sendiri, bukan tak ingin mencinta lagi. Hanya saja aku ingin intropeksi diri dan merenungkan semua yang telah terjadi pada diri ini. Karena aku tidak ingin terjatuh (cinta) lagi pada lubang yang sama untuk kedua kali. Bagiku pengalaman bersamamu telah memberikan banyak pelajaran yang berarti dalam hidupku ini. Sekarang aku akan berusaha untuk melupakanmu dan semua kenangan bersamamu. Aku juga akan terus berusaha membenahi apa yang kurang pada diri ini. Aku akan terus berusaha memantaskan diriku untuk seseorang yang memang sudah di takdirkan untuku. Agar kelak aku tidak merasakan sakit hati, seperti yang aku rasakan saat ini.

Sekarang aku hanya bisa memasrahkan semuanya kepada sang pencipta, semoga aku bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya, bersama seseorang yang memang telah di takdirkan untuku. Semoga saja apa yang aku harapkan bisa segera menjadi kenyataan. Biarkan waktu yang menjawab, apa yang aku harapkan.