Hati ini bertanya-tanya, apa yang aku lakukan padamu sehingga membuatmu menangis?

Padahal saat ini, yang salah bukan aku, yang menyakiti juga bukan aku, dan yang menghianati pun bukan aku. Seharusnya yang menangis itu aku, bukan kamu. di sini aku yang tersakiti, aku yang dikhianati. Tapi mengapa kamu yang menangis?

Apa itu semua karena kamu menyesali perbuatanmu ini?

Maaf sayang, penyesalan memang datang terlambat. Seandainya penyesalan datang di awal, mungkin kamu tidak akan pernah melakukan perbuatan sekejam ini kepadaku. Andai kamu tahu sayang, selama ini aku mencintaimu dengan tulus. Aku mencintaimu apa adanya dan aku pasti akan melakukan apapun demi kebahagianmu sayang. apapun itu, termasuk saat ini sayang. Di saat aku harus merelakanmu. Memang sangat berat, tapi aku yakin aku pasti bisa. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku sayang.

Kata-kata maaf yang kau ucapkan saat ini, tak kan mampu merubah keadaan sayang.

Advertisement

Beribu kata maaf yang kau ucapkan. Beribu alasan kau utarakan, tak kan mampu merubah keadaan saat ini. Sekarang hatiku sudah hancur berkeping-keping, seakan sudah mati rasa sayang. Jadi aku mohon, berhentilah mengucapkan alasan dan kata maaf padaku. Karena itu semua tidak akan berhasil meredam sakit yang aku rasakan saat ini.

Jangan menangis di depanku sayang, karena itu hanya akan membuatku semakin terluka.

Aku mohon padamu sayang, berhentilah menangisi keadaan ini. Semuanya tidak akan berubah, meskipun kau meneteskan air mata sebanyak samudera. Karena sekali lagi aku katakan padamu, sekarang yang terluka itu aku, tapi mengapa kamu yang menangis?

Berhentilah menangis sayang, akhiri apa yang sudah kau akhiri dan lanjutkanlah apa yang sudah kau mulai. Kau tak perlu mengkhawatirkanku, aku masih bisa hidup tanpamu sayang. Walau berat, tapi aku yakin aku pasti bisa.

Jangan pernah kau menoleh ke belakang, karena itu hanya akan menyakitkan.

Jangan pernah kau mengingatku, karena itu hanya akan membuatmu rindu.

Sekarang yang harus kau lakukan adalah berhenti menangis, dan melanjutkan hidupmu. Begitu pula denganku, aku juga akan melanjutkan hidupku tanpamu.