Oleh – Kusumasari Ayuningtyas

Pasti tahu dong profesi yang satu ini. Siapa lagi yang kasih kita sajian berita kalau bukan mereka. Waktu kerja yang tidak terduga, kenalan yang banyak dan luas lingkupnya, tempat kerja yang asyik karena berada di lapangan dan berpindah-pindah tempat dari satu momen ke momen lain dan wawasan yang cukup untuk membuat chit chat sama mereka jadi ga monoton. Kenal dekat sama mereka ga akan rugi deh, apalagi jadi pacarnya. Asyik, itu pasti. Tapi harus siap dibikin gemes karena :

* Lagi asyik makan berdua, secara janjian sama dia itu gampang-gampang susah, eh, tiba-tiba ada telepon masuk terus dia bergegas ngerapiin semua barangnya bersiap pergi. Kadang sampai ga sempat antar kita pulang. Gemes banget ga sih?

Dia : "Beb, ada TKP."
Kamu : "Terus?"
Dia : "Aku langsung ke sana, kamu pulang sendiri, oke?"
Kamu : "Hmm, ya ya ya."

* Malam minggu hangout berdua, jalan-jalan sambil pegangan tangan dan bercanda mesra. Tiba-tiba ada yang nepuk dia dari belakang, eh, ternyata salah satu narsum yang sering diwawancara sama dia. Diajak duduk bareng, ditraktir sih, cuma si dia jadi lebih banyak ngobrol sama si narsum. Gemes kelesss.

Advertisement

Dia : "Ini Pak A, dia founder NGO B yang sering aku ceritain ke kamu itu".
Kamu : "Oh iya," sambil ngangguk plus membatin "Ga pernah kok cerita soal itu??"

* Ada festival budaya, si dia yang dapat tugas liputan ngajakin kita nemenin. Wah, asyik nih. Full akses pastinya, kan sama si dia. Gampang banget masuk lokasi karena doi dah tahu celah-celah yang tepat. Dapat lokasi asyik. Keren banget lagi acaranya. Tapi, lho, eh, si dia di mana nih? Di bbm ga dibales, telepon di reject terus, celingukan deh kita jadi lupa nikmatin wonderful show-nya. Setelah acara selesai, orang-orang sudah pergi, bangku-bangku VIP mulai diberesin, baru nongol si dia sambil ngos-ngosan lagi.

Dia : "Beb, pulang yuk! Habis ini aku harus ngetik." (Tiba-tiba muncul entah darimana)
Kamu : "Oke deh."

* Hore, weekend ini si dia ngajakin main ke pantai, kangen sama pasir-pasirnya plus si ibu penjual pecel rumput laut katanya. Oke deh, siapa takut, cuaca juga lagi bagus terus hari-hari ini. Jumat, persiapan sudah oke nih, besok mau berangkat pagi-pagi buta biar bisa liat sunrise katanya. Malamnya, si dia sms, bilang kalo besok dia bantuin liputan karena RI 1 datang. Yups, batal deh. Hummmfh, aku gemes banget sama kamu, beb (pukul bantal).

Dia : "Beb, kamu oke kan??"
Kamu : " Ya gitu deh."

* Di pantai lagi nyantai lihat pantai. Eh, ada penjual es degan di pojokan. Kayaknya enak nih minum es degan. Tapi jauh, nyuruh si dia, enggak enak. Ya sudahlah, minum air mineral bekal dari rumah aja.

Dia : "Nih, beb. Lumayan buat seger-seger," sambil nyodorin segelas cup besar es degan.
Kamu : "Kok tahu kalau aku pengen es degan? Dapat dari mana" (Bingung, perasaan ga ke mana-mana)
Dia : "Ada deh, aku kan wartawan."
Kamu : "Iya deh, makasih ya," (Apa hubungannya es degan sama wartawan)

Jadi gini, waktu kalian ngobrol asyik trus tiba-tiba perhatian kamu teralihkan ke penjual es degan, dia yang dah biasa baca situasi langsung pengen nyenengin kamu. Kebetulan aja, ada remaja di sampingnya yang dimintai es degan sama adiknya. Nitip deh sama dia dengan kompensasi bayarin es degan remaja tadi dan adiknya. Simpel kan? Pasti deh gemes beneran sama dia.

* Sabtu sore, si dia datang ke rumah ga kasih kabar dulu. Kamunya belum siap. Kamu cepet-cepet mandi, persiapan seadanya takut dianya bête. Lah, di luar dugaan, di luar si dia malah lagi ngobrol seru sama bapakmu. Ya gimana lagi, kebetulan si dia banyak tahu apa aja yang jadi tema obrolan bapakmu sih.

Kamu : “Jadi ga perginya?”

Dia : “Loh udah selesai ya? Kok cepet? Ya udah, pamit dulu ya pak.”

Bapak : “Ya, besok kalau ke sini bapak mau lihat fotonya ya!”