Dear mamak….

Lembut tutur katamu, penuh cinta, kasih sayang, dan kesabaran, wanita tanpa keluh.

Wanita yang dalam diam nya sanggup menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus.

Wanita sederhana yang dengan mudahnya bahagia meskipun hanya dapat bertukar kabar lewat telepon.

Wanita yang selalu memanjakan anak-anaknya sebagai anak kecil meskipun sudah dewasa.

Advertisement

Wanita yang selalu peduli dengan kondisi anak-anaknya.

Wanita yang tidak pernah bisa menahan tangis ketika mendengar anak gadisnya bercerita tentang suka dukanya berada di tanah rantau.

Mak, terima kasih atas segala apapun yang mamak perbuat untuk kami anak-anakmu, aku sadar telah banyak mengabaikanmu dengan dalih kesibukanku. Mak maafkan aku jika tak bisa sering-sering menelpon kerumah, aku hanya tidak ingin mamak dan bapak sedih jika terlalu sering mendengar keluh kesahku, aku baik-baik saja disini, percaya lah aku mampu bertahan hidup di sini, percaya lah aku sedang berusaha mewujudkan apa yang menjadi impian kita, aku ini wanita kuat yang mampu bertahan dalam kondisi sesulit apapun. Aku telah banyak belajar dari mamak.

Mak hanya terima kasih yang dapat aku ucapkan atas segala hal yang telah mamak berikan untukku, kata yang mungkin tidak akan pernah cukup berharga untuk membalas semua pengorbanan mamak untuk kami selama ini. Mak hari ini aku seperti dibawa ke masa lalu menghadap ke sebuah kaca besar melihat semua kesalahan-kesalahanku di masa kecil dulu hingga kini, dan aku sadari masih banyak sampah dalam diri ini yang mesti dibersihkan, hari ini aku coba membersihkannya dengan meminta maaf pada mamak.

Dan untuk bapak juga…

Laki-laki yang tidak pernah banyak bicara

Laki-laki yang dalam diamnya selalu ada rasa cinta untuk kami, dan menginginkan yang terbaik.

Laki-laki yang lebih banyak mengeluarkan keringat ketimbang mengumbar perhatian

Laki-laki yang tak pernah rela jika mendengar anaknya disakiti

Laki-laki yang membebaskan aku untuk memilih dan mempertanggung jawabkan pilihanku.

Laki-laki yang telah menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang ayah bahkan mungkin lebih, meskipun tak jarang dulu aku mengingkarinya, Pak aku tahu meskipun bapak diam seribu bahasa, aku dapat mengeja semua yang bapak pikirkan. entahlah lah mungkin itu semacam intuisi, meskipun bapak tak pernah seekspresif mamak, dari sorot mata bapak aku dapat mengerti betapa bapak khawatir akan masa depanku.

Pak, mak, aku meminta maaf dengan cinta dan kesungguhan akan kesadaran tentang begitu banyaknya kesalahanku selama ini, terima kasih atas segala do'a-do'a yang membuat lidah ku kelu dan tak sanggup berkata-kata, terima kasih telah banyak memberi arti pada kehidupanku, aku memang anak yang nakal congkak, lagi sombong.

Mak, pak tiada kata lain selain terima kasih yang tak terhingga yang dapat aku sampaikan, kata yang mungkin tidak sebanding dengan hidup dan mati yang engkau korbankan untuk kami,terima kasih atas kasih sayang yang tak bertepi.

Mak , pak, do'akan aku dapat memenuhi harapan kalian.

"Allah, ku titip mamak dan bapak untukku."

"Allah berikanlah kami umur yang panjang sampai aku dapat membahagiakan kedua orangtua ku dan orang-orang yang aku sayangi, jika nanti aku lebih dulu meninggal dalam perjalanan ini, aku mohon bahagiakan lah mereka dengan kasih sayangmu."