Sejak itu tepat liburan semester pertama kelas 3 aku diajak liburan oleh pamanku. Saat pertama tak ku kira anak kampung seperti ku akan tahu Bali surga nya dunia. Siapa orang yang tak tahu Bali, di tempatku semua orang tahu namun hanya sebagian yang pernah mengunjunginya, itu pun hanya orang orang yang berduit saja. Bersyukur orang sepertiku bisa mengunjungi pulau terbaik negeri ini, dan aku tak pernah melewatkan seperdetik pun untuk mendokumentasikan nya dalam ingatanku. Ku ceritakan pengalamanku disana, inilah kebangganku pada Bali dan cerita terbaiknya..

Budayanya

Pertama menginjakan kaki di tanah Bali aku merasakan suasana yang baru, sangat berbeda dengan tempat tinggalku. Tiba di bandara Ngurahrai Bali, pamanku langsung memesan taksi untuk mengantar ke hotel tempat kami menginap. Dengan logat khas Bali yang aku suka sekali perbincangan nya saat itu. Ketika pamanku berbicara bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional kita, namun orang Bali kerap menjawabnya dengan bahasa daerahnya yang terkadang membuat kami bingung karena arti yang berbeda. Ketika memasuki taksi, harum mewangi menusuk hidung kami. Hal yang berbeda yang pertama aku ketahui yaitu terdapat sebuah: aku sebut ini sesajen hehe di dalam taksi tersebut. Merasa aneh dan kebingungan, namun saat pamanku bertanya menurut drivernya hal itu merupakan tradisi budaya mereka. Takjub sekali, membuat orang merasa penasaran dengan cerita dan kebudayaan disana.

Kedua, saat aku mulai jalan jalan di hari berikutnya menggunakan rental mobil dan driver nya, aku juga di takjubkan lagi karena di sisi kanan mobil terdapat sesajen lagi. OMG, memang di setiap mobil di Bali di haruskan menyimpan seperti itu kayanya ya. Sungguh Bali menyimpan adat yang begitu kental yang membuat kami ingin terus mencari tau jejak nya.

Saat jalan-jalan kami di ajak ke tempat yang paling khas di Bali, sehingga kami bisa mengenal Bali secara nyata dan tahu yang sebenarnya budaya Bali yang fenomena. Di mobil, driver kami menceritakan semua sejarah Bali, keunikan Bali, Budaya Bali, semuanya tentang Bali. Bali merupakan penganut agama Hindu yang taat. Mayoritas penduduknya asli Bali dan beragama Hindu. Namun banyak pula wisatawan mancanegara yang menetap hingga membuka usaha di Bali seperti hotel, restoran dan lainnya yang merupakan sebagian besar sekarang dimilki oleh pengusaha luar negeri begitu sapaan pak Wayan. Bali juga terkenal dengan orang orang nya yang pandai memahat patung, melukis, dan membuat pernak pernik khas Bali. Seperti yang aku lihat pertama kali saat keluar dari bandara Ngurah rai yaitu terdapat patung gatot kaca yang terletak di daerah persimpangan jalan raya airpot bandara ngurah rai, pak wayan menjelaskan bahwa patung ini merupakan hasil karya dari I Wayan Winten, seorang seniman terkenal dari Ubud. Dalam patung ini digambarkan cerita dari mahabrata saat gatotkaca yang merupakan putra dari bima sedang bertarung melawan adipati. Dan di perjalanan saat kami ke Denpasar terdapat pula patung catur muka. Patung ini merupakan patung yang berada tepat di perempatan dekat alun-alun kota Denpasar. Patung ini merupakan simbol dari penggambaran Dewa Brahma sang Pencipta. Hasil karya dari I Gusti Nyoman Lempad tutur pak Wayan. Begitu unik kah Bali membuat kita merasa kagum dan selalu ingin tahu arti dari setiap jengkal perjalanan Bali.

Bali juga mempunya nama-nama yang khas, sama seperti nama nama di Indonesia yang ada di berbagai daerah. Karena kita mempunyai suku dan budaya yang berbeda maka banyak pembeda di antara kita. Dan aku sempat penasaran dan menanyakan maksud dan arti dari sebuah nama seperti Wayan, Made, Nyoman, Ketut, Ida bagus dan sebagainya. Dan pak Wayan dengan senang hati menjelaskannya, katanya: dengan sebutan I dan Ni pada nama-nama orang Bali huruf I di depan nama Wayan misalnya, adalah kata sandang yang bermakna laki-laki. Sementara kata sandang penanda kelamin perempuan adalah Ni. I dan Ni juga bermakna seorang lelaki dan wanita dari keluarga masyarakat kebanyakan, tidak berkasta atau biasa disebut orang jaba (biasa). Jika ia terlahir di keluarga penempa besi, maka orang Bali ini bernama Pande. Bila di depan Wayan gelarnya Ida Bagus, ia tentu terlahir di keluarga Brahmana. Ida Bagus berarti yang Tampan atau Terhormat. Jika saja ia digelari Anak Agung, maka ia lahir di keluarga bangsawan.
Nama Wayan diaritikan anak pertama atau yang paling matang. Titel anak kedua adalah Made yang berarti tengah. Anak ketiga dipanggil Nyoman yang bermakna akhir. Anak keempat gelarnya Ketut yang berarti anak "bonus" yang tersayang. Namun jika bicara lebih rinci, ketiga titel hirarki kelahiran orang Bali memiliki sinonim; untuk Wayan: Putu, Kompiang, atau Gede; untuk Made: Kadek atau Nengah; untuk Nyoman: Komang. Sementara nama Ketut yang istimewa tak bersinonim begitu tutur pak Wayan. Banyak sekali kebudayaan yang dimiliki bali sehingga aku hanya mampu mengingat dan mendokumentasikan nya dalam memori otak ku, sungguh akan banyak sekali jika ku deskripsikan satu satu.

Religius

Advertisement

Ya orang Bali terkenal dengan orang orang nya yang religius, yang taat pada agama dan Tuhan-Nya. Di Bali kita akan menemukan pura (pure) yang berarti tempat beribadah mereka. Pura juga memiliki beberapa tingkatan menurut kastanya. Sama seperti umat muslim jika umat muslim beribadah 5x sehari sama hal nya umat hindu mereka beribadah 3x yaitu sebelum terbit matahari, siang hari dan sore hari sebelum terbenam matahari. Mereka khusu beribadah dengan membawakan sesajen berupa buah, bunga dan sebagainya untuk para dewa lanjut pak Wayan. Mereka sangat menjungjung tinggi nilai dan agama kehormatan mereka. Mereka orang-orang yang taat dan religius dalam peribadatannya.

Itulah ceritaku mengenai Bali, selain jalan jalan menyenangkan hati, kesana kemari sesuka hati, mengunjungi tempat tempat terindah di Bali. Ah bagiku semua tempat di Bali begitu indah, pantas saja orang-orang menyebutnya surga dunia yang tak boleh dilewatkan sehingga orang-orang manca negara pun datang siling bergantian. Indahnya Bali, aku tak pernah kecewa dibuatnya, membuatku ingin terus berada disana menyusuri jejak sejarahnya. Ingat, selain traveling juga harus ambil hikmah dan pelajaran di setiap detiknya. Karena setiap perjalanan ada makna dan disana banyak ilmu yang kita dapat. Terima kasih, Anak kampung juga bisa traveling ke Bali! #IniPlesirku

"Dialah Yang menjadikan kamu bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." Al-Mulk 15