Sebenarnya tak ada yang salah jika kamu lebih memilih salah satu diantaranya. Yang harus kamu perhatikan hanyalah kamu bertanggungjawab terhadap pilihan kamu tersebut dan berani menjalani pilihanmu itu.

Mungkin kamu yang seorang wanita karir ada kalanya kamu memimpikan karir yang hebat atau keinginan untuk melanjutkan sekolah. Apalagi usiamu kini masih tergolong muda. Karirmu saat ini sudah bisa dikatakan mapan dan melebihi rata-rata dari teman-temanmu. Kamupun berambisi untuk semakin eksis dalam pekerjaan dan hobimu.

Masih ingat saat kamu lagi seru-serunya kuliah bersama teman-temanmu, hingga saat ini kamu pun telah bekerja. Kamu juga semakin matang dalam berfikir dan memunculkan solusi terhadap suatu masalah dalam pekerjaanmu. Kamu merasa bahwa kamu memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah lagi. Dengan dukungan teman-teman dan lingkungan kantormu, kamu mantap memilih untuk melanjutkan sekolahmu, meninggalkan rutinitas kantor untuk beberapa tahun dan kembali lagi setelah menyelesaikan gelarmu.

Namun, ada si Dia yang tidak bisa ditinggal pergi. Aduh, sungguh dilema rasanya, ketika si Dia berat untuk mengizinkan kamu melanjutkan studimu. Satu hal yang mungkin menjadi ketakutannya adalah jika kamu akan berpaling ke lain hati, menemukan pendamping disana, pun menjalani hubungan jarak jauh dengannya membuat kamu tak punya cukup waktu lagi untuk sekedar ngobrol via telepon dengannya.

Kamu yang sedang bimbang dan galau dalam menentukan sikap tak harus menjadikanmu merasa serba salah. Yakinilah, satu diantaranya akan membuatmu bahagia. Ketika cinta datang menyapa dan kamu merasa belum siap, jangan takut untuk menolaknya. Berilah alasan yang jelas kalau kamu ingin mewujudkan impianmu dulu. Namun, jangan berikan harapan jika kamu memang tidak ingin bersamanya. Sebaliknya, jika kamu merasa dialah belahan jiwamu, dan kamu belum siap, berilah motivasi kepadanya dan dirimu sendiri untuk saling memperbaiki diri dan menunggu waktu yang tepat untuk menyatukan asa dan harapan bersama, tentu saja setelah impianmu berhasil kau genggam.

Advertisement

Buat kamu yang merasa cinta adalah segalanya, kamu bisa memilih dia yang telah lelah setia dan berkorban untukmu selama ini, untuk kemudian merajut kasih setia dihadapan-NYA. Jangan tunda lagi, jika kamu merasa ini waktu yang tepat bagimu mengakhiri petualangan solomu. Justru, kamu akan menikmati perjuangan kamu dengan si Dia dari keadaan susah yang ditanggung bersama. Bukankah jika dia belahan jiwamu, semua masalah hanyalah lem ujian yang akan semakin mempererat hubungan kamu dengan si Dia.

Buat kamu yang masih mununggu pasangan setiamu, jangan memutuskan untuk menikah hanya karena perkataan orang lain atau tekanan perasaan karena semua teman-temanmu telah menikah. Namun, menikahlah jika kamu merasa sudah waktunya bagimu untuk mengakhiri kesendirianmu. Jika saat ini kamu masih fokus dengan pekerjaan dan sekolahmu, lakukan itu. Lakukan dengan sepenuh hati. Karena siapa tahu, kamu akan bertemu nafasmu saat kamu sedang sibuk-sibuknya dengan cita-citamu.

Perempuan yang sukses adalah perempuan yang bisa mengimbangi antara cinta dan cita-citanya. Namun, jika saat ini kamu baru mampu mengejar salah satunya, kamu tetap seorang perempuan yang bahagia.