Pernahkah sebelumnya kau sadar kalau mengutarakan sesuatu itu tidak selalu mudah ?
Iya.. terkadang banyak hal yang ingin disampaikan namun mulutmu tak mampu berucap. Kedua bibirmu hanya mampu terkatup rapat. Ingin rasanya mengutuk diri sendiri akan ketidak mampuan mu itu. Hal yang sederhana, namun bagaimana bisa tak dapat dilakukan. Kau merasa dirimu tak ada bedanya dengan anak kecil yang baru mulai belajar untuk berbicara. Sama-sama terasa kelu saat ingin menyampaikan sesuatu.

Memang benar pernyataan yang mengatakan bahwa "tidak ada cinta yang tidak diungkapkan." tapi sesungguhnya terkadang keputusan untuk tidak mengungkapkannya adalah keputusan yang baik. Coba kau pikirkan lagi dampak yang akan terjadi apalagi kau mengungkapkannya. Ya tidak apa apa kalau memang cinta yang kau ungkapkan itu bersambut. Tapi bagaimana kalau tidak ? Tahukah kau resiko yang telah menunggumu di depan ?

Kau benar-benar menyadari dan benar-benar paham akan gelar "sahabat" yang melekat diantara kalian. Hal itu membuat langkahmu terasa berat, bahkan sekedar untuk menatap matanya saja pun membuat mu terbeban. Bagaimana persahabatan kalian dapat berlanjut apabila segala hal yang dilakukannya membuat semuanya semakin sulit. Apakah ikatan persahabatan itu harus di akhiri ? Apa alasan yang akan kau gunakan untuk mengakhirinya ? tidak lucu bukan kau mengatakan karena kau mencintainya sebagai alasanmu mengakhiri persahabatan kalian.

Satu-satu nya pihak yang akan disalahkan apabila persahabatan kalian retak adalah kau dan perasaanmu. Karena kau tidak bisa mengontrol hati dan pikiranmu itu, semua nya menjadi rumit. Namun apabila dilihat dari sudut pandang lain, apakah hati dapat disalahkan ? perasaan cinta dapat datang kapan dan dimana saja, perasaan cinta dapat muncul meskipun kau tidak menginginkannya. perasaan cinta dapat ditimbulkan oleh siapa saja, bahkan oleh sahabat sendiri.

Kau sering bertanya, mengapa perasaan semacam itu dapat timbul ? apakah karena kau terlalu membawa perasaan, atau karena memang semua perlakuannya padamu terlalu berlebihan, atau hal-hal yang dilakukannya padamu itu kau anggap sebagai isyarat bahwa dia menyukai mu ?

Advertisement

Kau benci kutipan yang mengatakan bahwa "kalau bersahabat dengan lawan jenis, kemungkinan yang terjadi hanya dua. Pertama, kalian berdua sama-sama saling suka atau yang kedua, salah satu dari kalian ada yang terluka."
Kemungkinan yang kedua itu terus membayangimu. Kau takut. Kau takut..

Sebenarnya apa guna friendship kalau akan berujung jadi friendzone ?